Program E-Retribusi untuk Pasar Tradisional Tekan Angka Kebocoran  dan Mudahkan Penghitungan Angka Potensi Retribusi Secara Tepat

Ilustrasi : Bupati Semarang H Ngesti Nugraha saat meresmikan penerapan e-retribusi disaksikan Forkompimda dan undangan lainnya di lantai II Plaza Bandarjo, Senin (3/5/2021) siang. Ist
  • Bagikan

UNGARAN, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan (Diskumperindag) menerapkan pungutan retribusi pasar secara elektronik (e-retribusi) secara resmi mulai tahun ini.

Pada tahun ini penerapan e-retribusi dilakukan di enam pasar dan secara bertahap akan dilakukan di 33 pasar tradisional yang ada. Sebelumnya telah dilakukan ujicoba e-retribusi secara terbatas bagi puluhan pedagang di Pasar Bandarjo pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga :  Identitas WNA Asing Terduga Dalang Kejahatan Skiming Kartu ATM Terungkap

Peresmian penerapan e-retribusi dilakukan oleh Bupati Semarang H Ngesti Nugraha disaksikan Forkompimda dan undangan lainnya di lantai II Plaza Bandarjo, Senin (3/5/2021) siang.

Menurut Kepala Diskumperindag Heru Cahyono, penerapan e-retribusi dimaksudkan untuk menekan kebocoran dana retribusi dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain itu juga mengurangi kontak langsung petugas pemungut retribusi dan para pedagang guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Enam pasar tradisional yang menerapkan e-retribusi tahun ini adalah Pasar Bandarjo, Karang Jati, Babadan, Suruh, Sumowono dan Pasar Warung Lanang Ambarawa. “Pembayaran retribusi secara elektronik non tunai itu akan menyasar 3.692 pedagang yang berniaga di enam pasar itu,” terangnya.

  • Bagikan