GROBOGAN.NEWS Semarang

Selama PPKM, Tiga Ruas Jalan di Ungaran Ditutup Pada Pukul 20.00 WIB-23.00 WIB

Ilustasi Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat berkoordinasi dengan jajarannya. Ist

UNGARAN, GROBOGAN.NEWS-Pemkab Semarang mengambil langkah tegas pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jilid II.

Tiga ruas jalan di dalam kota Ungaran ditutup untuk menekan mobilitas warga. Ketiga ruas jalan itu seringkali dimanfaatkan warga menuju ke ruang publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Penutupan dilakukan mulai Rabu (27/1/2021) pukul 20.00 WIB-23.00 WIB dan berlangsung sampai tanggal 8 Februari.

Ruas jalan yang ditutup adalah akses menuju Alun-Alun Bung Karno Kalirejo, Jalan Ahmad Yani mulai dari perempatan Kantor KPU sampai dengan pertiggan Kantor BKUD serta jalan Pemuda menuju ke Alun-Alun Lama Ungaran.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Semarang H Ngesti Nugraha yang juga ketua III Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang saat jumpa pers di posko Satgas Covid-19 di kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (27/1/2021) sore.

Baca Juga :  Dalam Tiga Pekan, Angka Penuluran Covid-19 di Jateng Turun

Didampingi Penjabat Sekda Suko Mardiono, Kepala Dinas Kesehatan dr Ani Raharjo MPPM dan Sekretaris Diskominfo Alexander Gunawan, Ngesti menambahkan salah satu alasan perpanjangan PPKM adalah masih tingginya angka kasus aktif serta angka kematian pasien,

Dikatakan, sebelum pelaksanaan PPKM jilid I ada 1.401 kasus atau 20,97 persen per 10 Januari 2021. Angka itu lebih tinggi dibandingkan kasus aktif tingkat nasional yang mencapai 14,83 persen. Demikian pula dengan angka kesembuhan serta angka kematian juga lebih buruk dibandingkan tingkat nasional.

Sedangkan situasi per 26 Januari 2021 atau setelah pelaksanaan PPKM tahap I, tercatat 1.143 kasus aktif dan 6.490 sembuh. Statistik itu lebih baik dari angka nasional. Namun untuk tingkat kematian tercatat 278 kasus (3,51 persen) yang diatas angka nasional 2,82 persen. “Kasus kematian masih diatas angka nasional. Karenanya, PPKM diperpanjang dalam rangka pengendalian Covid-19 di Kabupaten Semarang,” terangnya.

Baca Juga :  Terlibat Peredaran Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan, Salah Satunya Pensiunan Aparatur Negara

Terkait pelaksanaan pembelajaran di sekolah, Ngesti menegaskan dilaksanakan secara daring atau online di semua satuan pendidikan selama PPKM jilid II.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr Ani Raharjo menjelaskan telah disiapkan ruang ICU dan isolasi di empat rumah sakit. DI RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran tersedia 55 tempat tidur di ruang isolasi serta dua ruang ICU.

Baca Juga :  POPDA Jateng 2021 akan Digelar secara Virtual, Gubernur Ganjar Beri Lampu Hijau

Sedangkan di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa ada 62 tempat tidur ruang isolasi dan delapan di ruang ICU. DI RS Ken Saras ada 26 tempat tidur ruang isolasi dan 2 di ruang ICU. Sesangkan di RS Bina Kasih Ambarawa menyediakan 22 tempat tidur isolasi.

Menyinggung vaksinasi tenaga kesehatan, sam,pai dengan 27 Januari sudah dilakukan kepada 2.996 orang (75,05 persen) dari total 3.992 berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Ada 316 nakes atau 7,92 persen yang belum divaksin karena memang belum memenuhi syarat. Diantaranya mengidap penyakit diabetes atau penyintas Covid-19,” jelasnya. A. Budi