GROBOGAN.NEWS Semarang

Irjen Pol Ahmad Luthfi Tegaskan Pilkada 2020 Berjalan Aman dan Kondusif

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, didampingi oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna dan Kapolres Grobogan AKBP Juri Leonard Siahaan saat melaksanakan pengecekan pengamanan Pilkada 2020 di wilayah hukum Polres Grobogan, Rabu (9/12 kemarin). Foto : Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menyatakan penyelenggaran Pilkada 2020 berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Sebagaimana diketahui, di Jawa Tengah 21 kota/kabupaten  menyelenggarakan Pilkada pada 9 Desember 2020.

“Kami bersyukur Pilkada Serentak 2020 di Jateng yang diikuti 21 daerah berjalan dengan aman dan terkendali tanpa adanya gangguan,” terang Kapolda, Kamis (10/12).

Kapolda juga mengungkapkan sampai saat ini kepolisian belum menerima adanya insiden yang menonjol dari proses pencoblosan yang berjalan kemarin. Ia berharap kondisi kondusif seperti ini bisa terus terjaga.

Ia pun mengimbau, masyarakat termasuk para calon dan tim sukses juga harus siap menerima segala macam hasil keputusan yang ada karena pemilu adalah bagian dari demokrasi.

“Sinergitas yang telah dibangun di setiap daerah, harus bisa terus terjaga dalam menciptakan iklim yang aman bagi masyarakat,” imbuh dia.

Irjen Ahmad Luthfi menjelaskan, pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak di 21 kota dan kabupaten, Polda Jateng telah mengerahkan 16 ribu personel Polri.

Baca Juga :  Hendi Klaim Angka Kasus Covid-19 di Kota Semarang Menurun

Penjagaan, diprioritaskan di sejumlah daerah rawan konflik horisontal antar pendukung pasangan calon.

Sebelumnya, Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat berkunjung di TPS 6 Lingkungan Keling, Kelurahan Kalongan, Kabupaten Grobogan menjelaskan, Polda Jateng kerahkan 14.575 personel ditambah BKO dari daerah yang tidak menggelar pemilihan daerah.

“Hampir 16 ribu. Semua sudah kita sudah cek melalui radio komunikasi dan pantauan udara, yang jelas prinsip netralitas nomor satu yang kedua tidak ingin adanya cluster covid dipelaksanaan Pilkada khusus di Jateng,” ungkap Kapolda.

Menurut Kapolda, petugas yang berdinas pengamanan dipastikan kesehatanya. Pengecekan resiko covid dilakukan sebelum pelaksanaan tugas.

“Seluruh anggota Polri lakukan swab rapid anti gen termasuk gunakan APD, termasuk masyarakat. kita di masing-masing TPS baik penyelengara, masyarakat, pengaman semua gunakan APD,” tambahnya.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Instruksikan Seluruh Pemda Wajib Siaga Bencana

Pelaksanaan pilkada di Kabupaten Grobogan mendapat apresiasi khusus dari Irjen Ahmad Luhti. Ia mengapresiasi metode yang diterapkan oleh KPU dengan membagi jadwal pencoblosan ditiap TPS. Dengan begitu, potensi terjadi penumpukan calon pemilih bisa dihindari.

Seperti Bupati Sri Sumarni yang diberi jadwal antara pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Begitu pula jadwal bagi calon wakil bupati dr Bambang Pujiyanto, dengan begitu saat calon tunggal itu melakukan pencoblosan kondisi TPS tidak berjubel pemilih.

“Ini sudah baik sekali, mereka menggunakan jeda waktu yang panjang, sehingga masyarakat tidak bergerombol. Begitu masuk diberi kaos tangan, termasuk cara meneteskan tinta semua terprogram. Ini hampir 50 %,” urainya.

“Yang paling penting khusus Grobogan, masyrakat yang sakit covid tetap dilayani hak pilihnya, dengan jalan petugas KPPS datang. Mereka ditunjuk pendamping saksi dan ditunjuk wali dari orang yang sakit dengan protokol kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Bencana Banjir Dan Tanah Longsor

Terkait daerah rawan di Jateng, Kapolda menjelaskan ada rawan banjir dan rawan longsor. Rawan banjir satu dalam pelaksanaan Pilkada dicatat ada di Klaten.

“Terkait Merapi ada 4 TPS di satu desa, di Selo Boyolali ada 9 TPS di 3 desa di satu kecamatan, sudah koordinasi dengan BPBD bentuk pengawas tetap gunakan TPS di desa dan tempat pengungsian,” imbuh dia. Arya Utama