GROBOGAN.NEWS Semarang

Polda Jateng Siagakan 14.500 Personel untuk Amankan Pilkada di 21 Kabupaten/Kota

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna saat memberikan keterangan kepada para awak media. Foto :Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS– Beragam tantangan berpotensi muncul dalam pelaksanaan pilkada serentak di 21 kota/kabupaten. Tantangan itu mulai dari kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga potensi perpecahan penyelenggara pemilu. Pada 9 Desember 2020

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyiagakan 14.500 personel untuk pengamanan setiap tahapan Pemilihan Kepala Daerah  2020. Jumlah personel pengamanan yang diturunkan di setiap wilayah bergantung pada karakteristik kerawanan masing-masing wilayah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji kembali mengingatkan pada personel yang terlibat dalam pengamanan agar menjaga stamina supaya sehat dan siap menjalankan tugas.

Baca Juga :  Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada, Dico-Basuki Fokus Program 100 Hari

Untuk meyakinkan bahwa para Personil yang terlibat dalam pengamanan Pilkada sehat, Polda Jawa Tengah telah melaksanakan langkah-langkah yang pertama melakukan testing melalui test swab anti gen, kedua treching dan ketiga treatment.

“Dari hari kemarin sampai sekarang sudah ada sekitar 4.500 anggota yang dilakukan swab,” ungkap Kabidhumas Polda Jateng saat dikonfirmasi, pada Jumat (4/12).

Baca Juga :  Pasangan Hendi -Ita Langsung Tancap Gas, KPU Kota Semarang Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna juga mengungkapkan dari 4.500 anggota yang telah diSwab ditemukan 30 anggota yang hasilnya reaktif.

“Hari besok juga tetap akan kita lakukan sampai seluruhnya 14.500 personil ini betul-betul sudah dilakukan swab.” ungkapnya.

Menindaklanjuti personil yang reaktif, Polda Jateng selanjutnya melakukan swab PCR dan isolasi mandiri di tempat yang sudah di siapkan oleh masing-masing Kapolres/Kapolrestabes Semarang.

Baca Juga :  Penerapan Skema Pembelajaran Langsung Belum Bisa Dipastikan, 199 Sekolah Ajukan Proposal KBM Tatap Muka

“Tentu semuanya dalam pengawasan oleh Kapolres masing-masing supaya anggota yang isolasi mandiri betul-betul sehat.” terang Iskandar.

Langkah tersebut diambil untuk meyakinkan supaya sebelum PAM TPS nantinya 30 anggota yang reaktif tadi betul-betul sehat.

Apabila anggota yang reaktif belum dinyatakan sembuh atau sehat maka Polda Jawa Tengah akan melakukan penggantian personil sehingga dipastikan semua anggota PAM TPS sehat dan bebas Covid-19. Kahlil Tama