GROBOGAN.NEWS Umum Magelang

Wujud Nyata Belajar Toleransi Agama dari Masjid dan Gereja yang Berdiri Berdampingan di Desa Kenalan Terletak di Lereng Merbabu

Selain panorama alam, di Desa Kenalan Kecamatan Pakis yang berada di lereng pegunungan Merbabu sebelah barat ini berdiri masjid dan gereja secara berdampingan. Ist

MAGELANG, GROBOGAN.NEWS-Ada pemandangan menarik di Desa Kenalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang.

Selain panorama alam, di desa yang berada di lereng pegunungan Merbabu sebelah barat ini berdiri masjid dan gereja secara berdampingan.

Bangunan rumah ibadah dua agama itu hanya berjarak kurang dari 50 meter di Dusun Kenalan. Pemeluk kedua agama itupun hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain.

Wakil Ketua Takmir Masjid Darurrahman, Eko Subardi mengatakan, di Dusun Kenalan pemeluk agama Islam minoritas dibanding pemeluk kristen. Dari 150 kepala keluarga (KK), hanya 15 KK yang beragama Islam.

“Di desa sini ada empat dusun. Untuk Dusun Kenalan, Islam menjadi minoritas,” katanya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang Tambah 168 Pasien, Jumlah Pasien Sembuh 72 Pasien

Meski minoritas, namun pemeluk agama Islam dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan aman. Bahkan keberadaan masjid berdekatan dengan gereja.

“Aktivitas masjid tidak ada masalah, seperti masjid-masjid yang lain. Masjid Darurrahman ini juga hanya berjarak kurang dari 50 meter dari gereja,” ungkapnya.

Menurutnya, kerukunan beragama di dusunnya sudah terjalin sejak lama. Bahkan di tiap acara keagamaan, warga dua pemeluk agama saling mengucapkan selamat.

“Kalau waktu hari raya warga Kristen mengucapkan selamat ke warga Islam dan begitu sebaliknya. Dan, waktu puasa begini juga kami mengadakan pengajian dan buka bersama di masjid, tidak ada masalah,” terangnya.

Ketua Majelis Gereja Kristen Jawa, Suradi  menuturkan, pihaknya dapat hidup rukun berdampingan dengan pemeluk Islam. Hal itu diwujudkan dengan rasa toleransi yang tinggi.

Baca Juga :  Hotel Rosenda Baturraden Dijadikan Rumah Sakit Darurat

“Wujud toleransi kami, ketika ada hari raya umat Islam kita hadir dan mengucapkan selamat. Begitu juga ketika acara Natal mereka mengucapkan. Bahkan setiap kali ada Hari Raya Idul Fitri kami memasang spanduk,” terangnya.

Suradi menceritakan, pernah suatu ketika perayaan Hari Raya Idul Adha berbarengan dengan Ibadah Minggu. Akhirnya, pihaknya melakukan penyesuaian waktu agar tidak bertabrakan dengan umat Islam.

“Pernah Ibadah Minggu bareng dengan Hari Raya Idul Adha, kita ajukan ibadahnya,” paparnya.

Wujud nyata toleransi
Wujud nyata toleransi antar umat beragama di Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Selain panorama alam, di Desa Kenalan Kecamatan Pakis yang berada di lereng pegunungan Merbabu sebelah barat ini berdiri masjid dan gereja secara berdampingan. Ist

Sementara Kepala Desa Kenalan, Joko Santoso mengungkapkan, desanya terdiri dari empat dusun dengan jumlah penduduk sekitar 450 KK. Sebanyak 70 persen di antaranya pemeluk Islam.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang Masih Melonjak, Sebanyak 23 Warga Dukun Terpapar Corona

“Secara umum di desa itu mayoritas muslim dan sebagian lagi Kristen dan penganut kepercayaan. Untuk di Dusun Kenalan agama Kristen menjadi mayoritas,” ujarnya.

Di Dusun Kenalan memang ada masjid dan gereja berdiri berdampingan. Masing-masing pemeluk agama bisa saling menjaga toleransi dengan baik.

“Soal ibadah mereka saling menghargai, dan ketika ada kegiatan sosial mereka berbaur bareng,” imbuh Joko.

Ia berharap, situasi aman dan damai karena saling menjaga kerukunan tersebut dapat berjalan baik, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Harapan besar kami, situasi yang sudah baik ini dapat berlangsung terus-menerus,” tandas Joko. Satria