GROBOGAN.NEWS Semarang

Inilah Strategi Pemkot Salatiga Atasi Stunting dengan Pengembangan Teknologi Pertanian

Wali Kota Yuliyanto dan Wakil Wali Kota Muh Haris secara langsung melakukan penanam benih padi secara simbolis bersama Forkompinda di persawahan Kelompok Tani Mardi Rahayu Kalilondo Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir, Selasa (24/11) kemarin. Foto : Istimewa

SALATIGA, GROBOGAN.NEWS– Gizi buruk adalah salah satu hal yang menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Kota telah menyusun sejumlah strategi untuk percepatan penurunan angka stunting dan pencegahannya.

Sebagai upaya pencegahan stunting, Pemerintah Kota Salatiga antusias kembangkan padi Inpari Nutri Zinc bantuan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Yuliyanto dan Wakil Wali Kota Muh Haris secara langsung melakukan penanam benih padi secara simbolis bersama Forkompinda di persawahan Kelompok Tani Mardi Rahayu Kalilondo Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir, kemarin.

Hadir dalam kegiatan jajaran Forkompinda, Kepala BPTP Provinsi Jawa Tengah, Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, camat dan lurah se-kecamatan Tingkir.

Dalam laporannya Kepal Dinas Pertanian (Kadistan) Nunuk Dartini menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan produksi pertanian di Kota Salatiga.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Kembali Dinobatkan Sebagai Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional

“Kali ini juga diberikan bantuan prasarana perikanan sebanyak 5 Kelompok (Pokdakan) yang menerima bantuan yaitu: Brokah Makmur Kelurahan Sidorejo Kidul, Mina Usaha Mandiri Pamot Kelurhan Noborejo, Mina Sejahtera Kelurahan Kauman Kidul, Mina Mandiri Sejahtera Kel Noborejo, dan Mina Melati Sejati Kelurahan Sidoarjo Kidul,” Nunuk melaporkan.

“Selain menanam dan mengembangkan padi jenis baru ini, saya minta bapak ibu semua tutur mengkampanyekan konsumsi beras Zinc, agar ibu-ibu yang hamil tercukupi nutrisi zincnya,” tambah Nunuk Dartini.

Dr. Ir. Joko Pramono Kepala BPTP Balitbangtan Provinsi Jawa Tengah menyambut baik antusias Pemerintah Kota Salatiga beserta para petani dalam program pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc.

“Apresiasi kepada warga yang memberikan apresiasi bantuan kami meski masih sedikit. Bantuan ini merupakan feedback atas kunjungan Bu Kadis dan staf ke kantor BPTP. Dari pembicaraan ternyata visi pertaniannya sungguh luar biasa, sehingga apa yang kita punya kita tawarkan,” terang dia.

Baca Juga :  Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada, Dico-Basuki Fokus Program 100 Hari

“Tugas kami adalah mendukung pengembangan pertanian di Jawa tengah, dukungan kami lebih pada pendampingan teknologi, sebagai peningkatan produksi pertanian minus perikanan,” ungkapnya.

“Ke depan kami akan komitmen mendukung pembangunan pertanian di Salatiga. 2021 padi Nutri Zinc bisa kita perluas lagi, termasuk bibit-bibit yang lain untuk Kota Salatiga, semoga tidak ada refocusing anggaran,” tambahnya.

Yuliyanto juga menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan oleh BPTP Jawa Tengah.
“Sebagai pengembangan, dukungan, serta stimulan, Balai

Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah telah memberikan bantuan berupa benih padi Inpari Nutri Zinc sebanyak 75 kg untuk luas 3 hektar, dan seribu tanaman jeruk untuk dikembangkan di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga,” sambut wali kota.

Baca Juga :  Program Normalisasi Sungai Diharapkan Segera Terealisasi

“Untuk diketahui varietas padi Inpari Nutri Zinc memiliki banyak kandungan Zinc yang dapat meminimalisir stunting. Sebab kekurangan Zinc mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, produktifitas, serta kualitas hidup,” Yuliyanto menambahkan. P Yoga