Hendi Bicara Strategi Ampuh untuk Sejahterakan Rakyat, Stabilkan Perekonomian Jadi Prioritas Kerja

Calon petahana Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat ditemui pada sela - sela kegiatan penandatanganan Pakta Integritas KPK di kantor KPU Kota Semarang, Selasa (24/11). Foto : Istimewa
  • Bagikan

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Calon petahana Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tak memungkiri jika pandemi Covid-19 berpengaruh besar menekan pertumbuhan ekonomi di ibu kota Jawa Tengah.

Calon tunggal dalam pemilihan Wali Kota Semarang tahun 2020 yang akrab disapa Hendi ini bahkan menyebutkan, masa pandemi Covid-19 telah menyebabkan anomali pada tren perkembangan Kota Semarang.

Alhasil, tren pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang yang semula mampu dijaga terus meningkat pada beberapa tahun terakhir, menjadi sulit terprediksi.

Baca Juga :  Menpora Cermati Sport Tourism di Kendal. Program Inovasi Bupati Dico Dapat Apresiasi

“Tak hanya itu, anomali perputaran ekonomi di Kota Semarang akibat pandemi covid-19 tersebut, juga memberikan pengaruh pada sejumlah tolok ukur kesejahteraan masyarakat, seperti angka kemiskinan hingga pertumbuhan investasi,” terang Hendi saat ditemui pada sela – sela kegiatan penandatanganan Pakta Integritas KPK di kantor KPU Kota Semarang, Selasa (24/11).

Baca Juga :  Antisipasi Klaster PTM, Ganjar Instruksikan Seluruh Pemerintah Daerah Gelar Patroli Sekolah

Lebih lanjut Hendi mengungkapkan, di tahun 2021 perlu sebuah upaya yang extraordinary, untuk dapat kembali menstabilkan perekonomian di Kota Semarang.

“Jadi kita ini tahun 2016 ada dalam data statistik sekitar 5% warga Kota Semarang itu miskin, lalu kemudian di 2019 sudah mencapai 3,98%.

Baca Juga :  Pusat Gempa Terjadi di Gunung Telomoyo, Terjadi Secara Beruntun Terasa di Sejumlah Wilayah di Jateng,

Nah tapi kita tidak menutup mata, bahwa mungkin hari ini jumlah kemiskinan bisa lebih dari 3,98%. Karena covid ini cukup besar menghajar sisi ekonomi di Kota Semarang. Banyak warga yang tidak punya pekerjaan, UMKM juga berguguran karena daya beli masyarakat tidak seperti yang lalu,” terangnya.

  • Bagikan