Dapat Rampokan Senilai Rp 23.000, Dua Pemuda Asal Sragen Ini Terpaksa Meringkuk di Balik Jeruji Besi

863393 720
Ilustrasi borgol / tempo.co
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Sudah dapatnya cuma kalung stainless seharga Rp 23.000, para pemuda pelaku perampokan di Sragen ini malah berurusan dengan Polisi.

Mereka dibekuk dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Itu karena dalam aksinya, mereka melakukan penganiayaan terhadap korban.

Penangkapan dua komplotan pemuda begal sadis, Selasa (24/8/2021) oleh Polres Sragen. Fakta yang terungkap, korban yang hendak diperas dan dibegal sempat berusaha melawan kedua pemuda bengal itu.

Saat digertak untuk menyerahkan semua barang, korban yang bernama Muhammad Nur Sidix (20) nekat memberikan perlawanan.

Baca Juga :  Petani di Sragen Dapat Tawaran Kerja Sama Kemitraan dengan Konsep Pertanian Modern

Mahasiswa asal Dukuh Tengklik RT 12/12, Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang itu sempat berduel dengan salah satu tersangka untuk mempertahankan HP dan barang lainnya.

Meski harus dibayar mahal karena sempat ditusuk pada punggung, korban berhasil lepas dari kedua tersangka.

Kedua pemuda bengal itu diketahui bernama Dimas Bayu Kuncoro (18) asal Dukuh Sidoharjo RT 08, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Baca Juga :  Menggembirakan, Kasus Covid-19 di Sragen Hanya Tambah 6 Orang Saja

Lalu Prasetyo Tri Wibowo alias Pasio (21) warga Jl. Aipda KS Tubun 56 RT 2/20, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen.

Dimas yang sempat bertindak sebagai eksekutor sempat menggertak korban dengan kalimat “njaluk sing mbok duweni kabeh” (minta semua yang kamu miliki)”.

Dimas juga sempat menggertak meminta HP korban namun ditolak. Kemudian temannya, Prasetyo juga sempat mengancam akan menembak korban dengan kalimat “Tak Bedil po Piye (Saya tembak).

Kasus itu terungkap ketika digelar konferensi pers di Mapolres Sragen, Selasa (24/8/2021). Kapolres mengatakan aksi pemerasan sadis itu terjadi pada 14 Juli 2021 sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sragen Makin Berkurang. Hanya Tambah 10 Kasus dalam Sehari

Senjata Taring Babi

Kronologinya bermula ketika kedua tersangka mencari mangsa dengan menyambangi Waduk Kembangan di Mojorejo, Karangmalang, Sragen.

Keduanya berboncengan dengan sepeda motor Honda Vario bersama satu rekannya, Sadam. Sesampai di waduk, mereka bertemu dengan korban yang malam itu bersama tiga rekannya.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan