GROBOGAN.NEWS Solo

Perampok Bermodus  Ban Kempes Ini Akhirnya Berhasil Dibekuk Polisi

Ilustrasi borgol / tempo.co

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Sempat merampok lima kali, akhirnya aksi  perampok asal Gemolong, Sragen ini harus terhenti setelah dibekuk oleh polisi.

Modus yang digunakan pelaku selama ini dalam menjalankan aksinya adalah dengan berpura-pura ketabrak mobil korban.

Namun ada fakta menarik dari penangkapan rampok muda yang ditangkap usai merampok emak-emak di jalan Raya Solo-Purwodadi, Purworejo, Gemolong, Sragen beberapa waktu lalu.

Pelaku yang diketahui bernama Abdul Hamid bin Toyib (31) itu ternyata ciut nyali saat dikeler ke Mapolres Sragen, kemarin. Padahal saat beraksi dia selalu menggertak bahkan mengejek korbannya.

Namun saat dihadapkan dalam konferensi pers, pelaku hanya menunduk. Saat digertak salah satu korban, Susilo Mintarjo (55) yang kebetulan berada di Polres dan mengenali pelaku, pelaku langsung mengguk dan mewek-mewek.

“Ampun Pak. Saya minta maaf,” kata pelaku.

Ya, pria yang berprofesi sebagai buruh itu dibekuk tanpa perlawanan oleh tim Polsek Gemolong beberapa hari lalu.

Hamid dibekuk setelah merampok Prapti (48) warga Dukuh Barong RT 06, Desa Pendem, Sumberlawang, Sragen. Aksi perampokan dilakukan pada 2 Mei pukul 11.30 WIB.

Data yang dihimpun, pelaku dibekuk setelah korban melapor ke Polsek Gemolong sesaat usai kejadian.

Berbekal laporan itu, polisi langsung bergerak melakukan pendalaman dan penyelidikan. Akhirnya tersangka yang berdomisili di Dukuh Munggur RT 16, Desa Jenalas, Gemolong, Sragen.

Tersangka juga diketahui punya alamat domisili di Jalan Pejompongan RT 10/7, Kecamatan Tanah abang, Jakarta Pusat.

Tersangka saat ini diamankan di Mapolsek dengan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Vario AD 4365 UE yang digunakan sarana yang digunakan tersangka.

Kemudian kuitansi pembelian surat emas. Wakapolres Sragen Kompol Kelik Budhi Antara mengatakan pelaku beraksi dengan terlebih dahulu membuntuti korban.

Saat di jalan yang agak sepi, pelaku meneriaki korban bahwa ban kempes.

“Saat korban berhenti untuk mengecek, pelaku memanfaatkan kesempatan mengambil barang berharga di dalam kendaraan,” paparnya Selasa (15/6/2021).

 

Ejek Korbannya

Kompol Kelik menguraikan pelaku dibekuk usai beraksi terakhir pada 16 Mei sekira pukul 17.00 WIB di jalan Solo-Purwodadi tepatnya di Gemolong Sragen.

“Dari pengakuannya, pelaku mengincar korban yang mengendari mobil dari luar kota dan mengendara sendirian. Dia melakukan sendirian,” terangnya.

Saat itu, korban mengendarai mobil sendirian dengan mobil Honda Brio.

Sesampai di jalan raya Solo-Purwodadi sampai di Dukuh Dondong, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Sragen, korban mendadak dihentikan oleh pelaku.

Adapun di dalam tas yang diambil pelaku, berisi dompet dengan uang tunai Rp 600.000, SIM A dan SIM C, ATM BRI 2 buah, ATM BCA, kartu NPWP dan gelang emas seberat 12 Gram.

Atas kejadian tersebut kemudian korban kemudian melaporkan ke Polsek Gemolong. Taksiran kerugian dari barang yang dicuri pelaku sebesar Rp 5,5 juta.

Sementara dari hasil pengembangan, ternyata pelaku beraksi 5 kali di wilayah Gemolong. Salah satu korbannya ternyata adalah wartawan Kompas TV Sragen, Susilo Mintarjo di lokasi jalan wilayah Purworejo Gemolong.

Saat itu, dengan modus ban kempes, pelaku meneriaki Susilo yang mengemudikan mobil sendirian. Sempat tak digubris, pelaku tetap nekat beralih modus.

Dia datang lagi dan mengaku ketabrak mobil Susilo serta minta tanggungjawab. Karena penasaran, Susilo pun turun dari mobil. Saat itu secepat kilat pelaku menggasak tas berisi uang dan handycam yang ada di jok depan.

“Sempat saya mengecek roda, setelah itu tiba-tiba dia muncul sambil teriak sori Pak tak apusi. Ternyata saya cek tas saya di depan sudah nggak ada,” tandasnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/06/sempat-ejek-korbannya-perampok-modus-ban-kempes-yang-tertangkap-di-sragen-ternyata-ciut-nyali-saat-dikeler-polisi-digertak-langsung-mewek-mewek-dan-minta-ampun/