GROBOGAN.NEWS Semarang

Program Khusus Pembangunan Desa Berbasis Dusun di Kendal Resmi Diluncurkan, Inilah Mekanismenya   

Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat meluncurkan program bantuan keuangan khusus (BKK) dan program santunan kematian bagi fakir miskin di Desa Karang Tengah Kaliwungu, Senin (7/06/2021). Ist

KENDAL, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya keras meningkatkan kesejahteraan warganya di tengah hantaman pandemi Covid-19.  Berbagai program inovatif telah diluncurkan.

Salah satunya program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pemerintah desa berbasis dusun digulirkan.  Program lainnya, yakni program santunan kematian bagi fakir miskin.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto, mengungkapkan, program BKK sebagai wujud nyata untuk mempercepat terwujudnya desa yang kuat, maju, mandiri dan sejahtera. Menurut dia, BKK tersebut dapat digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“BKK diberikan untuk pemerataan dan percepatan pembangunan desa melalui dusun. Selain itu, utamanya untuk meningkatkan perekonomian desa, serta penanggulangan kemiskinan,” terang dia saat dikonfirmasi wartawan di sela peluncuran program bantuan keuangan khusus (BKK) dan program santunan kematian bagi fakir miskin di Desa Karang Tengah Kaliwungu, Senin (7/06/2021).

Baca Juga :  Meski Wilayahnya Zona Hijau, Gubernur Ganjar Tegaskan Para Kades Harus Tetap Waspada

“Program dan kegiatan yang dapat dibiayai dari bantuan keuangan khusus Kepada pemerintah desa berbasis dusun terdiri dari, bidang pembangunan, program infrastruktur bidang pembardayaan masyarakat, program pembangunan SDM, bidang pemberdayaan masyarakat, dan program pengembangan ekonomi mikro,” sambung dia.

BKK kepada pemerintah berbasis dusun, lanjut Dico, direncanakan dan dianggarkan sesuai dengan permohonan atau proposal dari pemerintah desa, dan diberikan sesuai kemampuan keuangan daerah, melalui musyawarah desa.

Baca Juga :  Info Penting! Guru PAUD di Kota Semarang Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19

Kepala desa menyampaikan proposal atau usulan kepada bupati melalui camat, sesuai dengan skala prioritas.

“Pengalokasian besaran bantuan keuangan khusus, setiap dusun diberikan paling sedikit sebesar Rp100 juta dan paling banyak Rp300 juta,” imbuhnya.

Dico menjelaskan, untuk proposal dari pemerintah desa yang sudah masuk sebanyak 1.794 proposal, dari 1.165 dusun. Dan untuk proposal yang sudah lolos verifiikasi sebanyak 1.001 proposal.

Ditambahkan, program ini akan dimulai pada Tahun Anggaran 2022.

Sebagai langkah persiapan, pada 2021 akan dilaksanakan pilot project untuk 19 dusun di 19 kecamatan.

“Harapan saya, dengan diberikan bantuan keuangan khusus kepada pemerintah desa berbasis dusun ini akan meningkatkan pelayanan publik bagi warga desanya, khususnya di dusun guna mempercepat perwujudnya kesejahteraan masyarakat desa,” harap bupati.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Melonjak, Pemkab Semarang Fokus Siapkan Penambahan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Terkait peluncuran program bantuan santunan kematian bagi fakir miskin, Dico menyampaikan, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban ahli waris dari keluarga yang mendapat musibah kematian.

“Saya memahami bahwa bantuan sosial berupa santunan kematian sebesar Rp1 juta tidak banyak, namun kepada ahli waris yang akan menerima bantuan ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan berguna bagi keluarga yang ditinggalnya,” tutur Dico.Eko