GROBOGAN.NEWS Semarang

Seluruh Direktur BUMD Diminta Tak Tinggalkan Masalah Selama Menjabat

Wali Kota Salatiga Yuliyanto.Doc

SALATIGA, GROBOGAN.NEWS-Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta seluruh direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menjaga profesionalitas selama menjalankan kepemimpinannya.

Yuliyanto menegaskan, seluruh direktur BUMD diminta tak meninggalkan masalah selama menjabat.

“Direktur BUMD juga harus memiliki sikap pantang meninggalkan masalah, selama masih pemegang amanah (menjabat) sebagai pimpinan perusahaan milik Pemkot Salatiga,” terang dia saat membuka Rapat Pembinaan Sinergi BUMD Kota Salatiga, yang dilaksanakan di Omah Kebon, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (31/5) lalu.

Jika ada hal yang buruk, kata Yuliyanto, jangan ditutup-tutupi tapi segera ambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan. Karena masalah yang ditutup-tutupi pada saatnya juga akan meledak dan diketahui publik.

Baca Juga :  Warga di Zona Merah Penularan Covid-19 Diimbau Lakukan Kegiatan di Rumah Saja

“Maka, kita harus profesional mengelola perusahaan milik daerah. Kalau sehat akan menguntungkan dan menjadi berkah bagi semua pihak, termasuk juga akan bisa membantu masyarakat,” ungkap Yuliyanto.

Ia mencontohkan, akhir-akhir ini masyarakat banyak bermasalah dengan pinjaman online (pinjol). Maka BUMD seperti Perumda BPR Bank Salatiga bisa turun dan memberikan edukasi kepada msayarakat.

Wali kota juga mengajak segenap jajaran direktur BUMD tersebut untuk terus melakukan perbaikan manajemen BUMD. “Ayo bersama-sama kita dorong BUMD agar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Jateng Valley Mulai Dikerjakan, Gubernur Ganjar Pertegas Komitmen Bersama Membangun Daerah

Yuliyanto juga menegaskan, kepentingan wali kota adalah mendorong kebaikan kepada direksi BUMD. Ia juga mengingatkan agar dalam bekerja senantiasa diniatkan dan dilandasi sebagai ibadah.

Maka Allah SWT akan menggantinya dengan amal kebaikan pula. Karena itu, ia juga mengapresiasi segenap direktur BUMD yang telah bekerja dengan baik.

Ia menyebut PDAM Kota Salatiga yang setiap tahun dikucurkan dana penyertaan modal, baik berupa investasi barang atau sumur. PDAM Kota Salatiga mampu meraih keuntungan Rp 5 miliar per tahun dan dinobatkan PDAM terbaik di Jawa Tengah, tahun 2020.

Baca Juga :  Covid-19 di Kendal Melonjak, Didominasi Klaster Perumahan  

Kepada direksi Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), Yuliyanto juga meminta agar mau belajar dan menimba pengalaman dalam mengelola perusahaan dengan BUMD yang lainnya. Jika hari ini masih jauh dari harapan, jangan berkecil hati dan yang penting terus berupaya melakukan perbaikan- perbaikan agar pengelolaannya semakin optimal.

“Seperti Perumda BPR Bank Salatiga saja bisa bisa bangkit. Maka saya minta PDAU tetap semangat, professional,” sambung dia. Ari