GROBOGAN.NEWS Kudus

Pamit Cari Ikan, Seorang Kakek di Jekulo Ditemukan Tewas Mengapung di Atas Rawa di Areal Persawahan

Petugas gabungan BPBD Kabupaten Kudus berhasil menemukan jenazah seorang kakek yang dilaporkan hilang setelah pamit mencari ikan.  Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Misteri hilangnya seorang kakek berusia 69 tahun di Kudus terungkap. Kakek bernama Basiran asal Dukuh Karangrowo, Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kudus pada Kamis (18/2) ditemukan meninggal dunia.

Jenazah korban ditemukan mengambang di rawa area persawahan yang tidak jauh dari kediaman korban.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sebelum dilaporkan hilang, Kakek Basiran pamit kepada pihak keluarga untuk mencari ikan di areal persawahan. Diduga kuat penyebab korban meninggal dunia tenggelam  Korban diduga tenggelam saat mencari ikan.

Kepala Polsek Jekulo, AKP Supartono saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menyebut, korban berprofesi petani.

“Sebelum dilaporkan tidak pulang ke rumah, korban pamit kepada pihak keluarga mencari ikan pada Rabu (17/2) sekira pukul 14.00 WIB. Korban pamit mencari ikan di areal persawahan yang terendam banjir. Namun, hingga sore hari korban tidak kunjung pulang ke rumah,” terang dia, Kamis (18/2).

Baca Juga :  Keharmonisan Antar Umat Beragama Harus Terus Dirawat

Dijelaskannya lebih detail oleh Kapolsek, keluarga mencari keberadaan korban lantaran hingga pukul 17. 00 WIB tidak pulang.

Pihak keluarga langsung berupaya mencari keberadaan korban. Oleh warga sekitar, kejadian itu langsung dilaporkan kepada pihak perangkat desa sekitar dan petugas kepolisian.

“Di lokasi yang diduga korban mencari ikan, keluarga hanya menemukan sepeda ontel korban yang terparkir di pinggir jalan. Petugas BPBD Kabupaten Kudus langsung terjun mencari keberadaan korban,” imbuh da.

Baca Juga :  Safari Hari Jumat, Hartopo Takjub dengan Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur di Desa Jepang

“Proses pencarian dilakukan hingga dini hari. Pada Kamis pagi ini korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” sambung dia.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis dari tenaga kesehatan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh bagian luar korban. Penyebab korban meninggal dunia akibat tenggelam saat mencari ikan.

“Penyebab korban meninggal dunia diduga kuat akibat tenggelam saat mencari ikan.Pada Rabu sore kemarin, angin kencang berhembus di sawah pagak Desa Bulungkulon,” terang dia.

“Korban diperkirakan tidak kuat menahan terpaan angin dan terjatuh ke area persawahan yang tergenang banjir,” imbuh dia.

“Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman,” sambung Kapolsek.

Baca Juga :  Mesin Pompa Air Difokuskan Sedot Banjir di Area Persawahan

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo, setelah menerima laporan kejadian hilangnya seorang kakek, petugas gabungan langsung menuju lokasi kejadian guna proses pencarian jenazah korban.

“Proses pencarian dilakukan sejak Rabu malam. Proses pencarian difokuskan di sungai dan rawa. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi sekira pukul 05.30 WIB di wilayah rawa di area persawahan yang tidak jauh dari kediaman korban,” terang Budi Waluyo.

“Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga guna proses pemakaman. Dengan ditemukannya jenazah korban proses pencarian kami tutup,” pungkas dia. Nor Ahmad