GROBOGAN.NEWS Kudus

Karang Taruna Harus Jadi Agen Penyebar Inpirasi, Hal Positif dan Membangun di Sosial Media

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jepara Arif Darmawan, di depan puluhan anggota Karang Taruna peserta road show literasi media 2021, di Balai Desa Langon, Kecamatan Tahunan, kemarin. Ist

JEPARA, GROBOGAN.NEWS-Anggota Karang Taruna diminta sebarkan informasi yang positif dan inspiratif, terlebih di tengah situasi pandemi seperti sekarang.

Sehingga mereka semakin cerdas dan tidak terombang-ambing dalam opini yang menyesatkan.

“Sebagai anggota Karang Taruna, sebarkan virus positif sebanyak mungkin melalui berbagai platform media sosial agar Jepara menjadi tempat yang lebih baik lagi,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jepara Arif Darmawan, di depan puluhan anggota Karang Taruna peserta road show literasi media 2021, di Balai Desa Langon, Kecamatan Tahunan, kemarin.

Disampaikannya lebih lanjut, kemajuan teknologi mendongkrak penggunaan internet dan media sosial yang begitu masif. Oleh karena itu, literasi media sangat penting untuk mendapatkan informasi digital yang sehat, konstruktif, dan membangun mental masyarakat. Dengan menebar sebanyak mungkin virus positif, maka berita hoaks dapat dibumihanguskan di Bumi Kartini.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan Tujuh Hari di Rumah Saja

“Saya yakin semuanya ini sudah memegang smartphone. Pesan saya, sebagai agen perubahan bisa menjadi teladan untuk ikut bergerak dalam barisan menolak berita hoaks. Menumbuhkan optimisme bahwa media sosial bisa digunakan untuk kepentingan positif, khususnya dalam literasi media,” ungkap dia.

Ketua PWI Jepara Budi Santoso mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Kabupaten Jepara.

Baca Juga :  Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Gubernur Ganjar Terus Beri Perhatian Khusus

Dengan tema, “Bangkit dari Pandemi, Pers sebagai Akselelator Perubahan”, para awak media melakukan road show untuk membangun budaya literasi di sejumlah desa.

“Kemarin kita ke Desa Banjaran, saat ini di Desa Langon, kemudian terakhir di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung,” kata Budi.

Terkait dengan pandemi Covid-19, dia menilai sudah saatnya untuk mengakhiri perdebatan apakah virus ini sebuah rekayasa, konspirasi, atau memang benar ada. Nyatanya, seluruh dunia terdampak, dan sudah banyak memakan korban jiwa.

“Saat ini situasi sudah sangat berat. Mari kita sama-sama secara kolektif untuk melakukan protokol kesehatan. Karena ini satu-satunya cara untuk memutus mata rantai Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Corona Varian India Menghantam Kudus, Kawasan Wisata Sunan Muria dan Sunan Kudus Ditutup

Narasumber dari Radar Kudus Khoirul Anwar, mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya kalau informasi itu berasal dari media sosial. Mereka harus saring dulu sebelum berita itu di sharing. Pilah mana berita yang benar, mana yang menebar kebencian, dan mana juga yang hoaks. Sebab, informasi yang keliru akan menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

“Kalau dulu ada istilah malu bertanya sesat di jalan. Kalau sekarang, banyak informasi justru menyesatkan. Untuk itu harus berhati-hati,” katanya. Nor Ahmad