GROBOGAN.NEWS Kudus

Pedagang Diminta Tak Pasang Kabel Sembarangan, Hartopo Terjun Langsung Bantu Proses Pemadaman Api di Pasar Kliwon

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo didampingi Dandim 0722/kudus, Kapolres Kudus, di area Pasar Kliwon, Selasa (16/2) sore. Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWSSatu Kios di Pasar Kliwon Kudus yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Kebakaran bermula akibat korsleting listrik di kios blok A1 pada pukul 16.00, Selasa sore (16/2).

Kios yang berisi pakaian dagangan tersebut membuat api cepat membesar, sehingga para pedagang sekitar mengevakuasi barang dagangannya.

Mendengar kabar tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus H.M. Hartopo didampingi Dandim 0722/kudus, Kapolres Kudus, segera meluncur ke lokasi.

Pantauan di lokasi, nampak mobil damkar didatangkan dari Tni, Polri, Satpol PP, BPBD Kudus dan beberapa perusahaan untuk menjinakkan si jago merah. Petugas pemadam kebakaran pun berjibaku melokalisir titik api agar tidak menyebar ke mana mana.

Alhasil, api berhasil dijinakkan pada pukul 19.00 WIB pun meredakan kepanikan pedagang pasar. Kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pemadaman dan evakuasi, Hartopo menyampaikan ucapan terima kasih.

Baca Juga :  Safari Hari Jumat, Hartopo Takjub dengan Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur di Desa Jepang

“Banyak terima kasih kepada seluruh relawan yang ikut berpartisipasi memadamkan api. Ini adalah musibah di tengah-tengah pandemi, mudah-mudahan tidak terulang kembali,” ujarnya.

Agar kebakaran tak terulang kembali, Hartopo mengimbau para pedagang untuk tidak menyambung kabel secara sembarangan. Karena, sambungan kabel yang tidak sesuai standar rentan memicu terjadinya arus pendek.

“Selalu diperhatikan penyambungan listrik atau kabel yang kurang standar dapat memicu arus pendek. Mohon jangan asal menyambung sendiri, dan kualitas kabel harus sesuai standar,” pesannya.

Karena kondisi telah cukup aman, Hartopo meminta pedangang untuk tidak perlu panik. Namun, meski begitu para pedagang pasar diimbau untuk tetap waspada.

“Pedagang tidak usah panik, karena satu kios terbakar sudah berhasil dipadamkan. Insya Allah aman, silakan jaga toko dan besok tinggal bersih-bersih,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kios di area Pasar Kliwon Kudus, terbakar, Selasa (16/2) sore ini. Enam mobil pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

Baca Juga :  Program Pemantapan Pemulihan Ekonomi Jadi Prioritas Pemkab Kudus

Sejumlah pedagang pasar tampak berupaya keras menyelamatkan barang dagangannya.

Data yang dihimpun menyebutkan, kobaran api berasal dari kios nomor 18. Kios yang terbakar tersebut merupakan gudang pakaian. Peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 16.00 WIB.

 

Kepala Polsek Kudus Kota AKP Khoirul Naim, saat dikonfirmasi mengungkapkan, kobaran api berasal dari kios nomor 18. Kios itu merupakan gudang pakaian.

Kendati demikian pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran.

“Saat ini ada sebanyak enam mobil pemadam kebakaran dari jajaran Satpol PP, BPBD dan sejumlah perusahaan berupaya memadamkan api,” terang dia.

“Untuk penyebab kebakaran kami belum bisa menyimpulkan secara pasti. Saat ini proses pemadaman masih dilakukan oleh petugas. Informasi awal dari kios nomor 18. Isinya kios pakaian,” sambung dia.

Baca Juga :  Tabrak Dump Truk, Pengendara Sepeda Motor Asal Kota Semarang Meninggal Dunia di Kudus

Saat ini seluruh petugas masih berjibaku memadamkan api di kios Pasar Kliwon Kudus. Kobaran asap pekat masih terlihat membubung.

Terlihat para pedagang sibuk mengevakuasi barang dagangannya. Mereka khawatir api bakal menjalar ke kios mereka.

Sementara itu, Mukhorobin, salah seorang pedagang sandal di Pasar Kliwon di Kudus, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi di sebuah kios di blok A lantai bawah sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut dia, kios pakaian yang terbakar merupakan gudang penyimpanan barang dagangan dan tidak ada yang menunggui.

Atas peristiwa tersebut, para pedagang langsung berupaya memadamkan api dengan menggunakan air hidran yang tersedia di lokasi pasar sebelum tim pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.

Meskipun yang terbakar diduga hanya satu kios, namun membuat para pedagang panik dan harus mengevakuasi barang dagangannya. Nor Ahmad