GROBOGAN.NEWS Kudus

Banjir Kudus, Selama Dua Pekan, Delapan Desa Masih Terendam Banjir

Ilustrasi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo saat menyalurkan bantuan logistik dari Presiden Jokowi kepada para korban banjir. Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Dalam kurun waktu dua pekan, banjir masih merendam delapan desa di Kabupaten Kudus. Wilayah desa yang tergenang banjir terletak di Kecamatan Jati, Undaan dan Mejobo.

Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Budi Waluyo, ketinggian air saat ini masih bervariasi yakni sekitar 50 sentimeter. Akibatnya ratusan warga terdampak banjir masih bertahan di area pengungsian.

Baca Juga :  Tunggak Pajak, 19 Rekening Tabungan Wajib Pajak Diblokir

“Ya, banjir masih menggenangi, delapan desa yang masih tergenang berada di Kecamatan Jati, Undaan, dan Mejobo,” terang dia, saat dikonfirmasi pada Minggu (14/2).

“Rinciannya, tiga desa di Kecamatan Jati, yaitu Desa Jetis Kapuan, Jati Wetan, dan Tanjung Karang. Di Kecamatan Mejobo masih ada tiga desa yang tergenang, yaitu Desa Payaman, Kirig, dan Gulang,” sebutnya.

Baca Juga :  Tabrak Dump Truk, Pengendara Sepeda Motor Asal Kota Semarang Meninggal Dunia di Kudus

“Kemudian dua desa di Kecamatan Undaan, yaitu Desa Ngemplak dan Karangrowo,” sambung Budi.

Saat dikonfirmasi terkait kebutuhan logistik pangan yang mendesak dibutuhkan saat ini bumbu dapur dan sayur mayur.

“Untuk kebutuhan logistik nonpangan, seperti perlengkapan memasak dan kebutuhan untuk anak-anak,” jelas dia.

DIjelaskan oleh Budi lebih detail, hingga saat ini warga Kudus yang jadi korban banjir sebanyak 11.049 jiwa. Jumlah warga yang mengungsi mencapai 732 jiwa.

Baca Juga :  Penemuan Jenglot di Makam Keramat di Kudus Gemparkan Warga dan Netizen

Selain wilayah permukiman, banjir juga merendam area persawahan, seluas 302 hektare. Sedangkan, luas permikiman yang terdampak 1.329 hektare.

“Banjir juga merendam fasilitas umum seperti terminal bus Kudus dan juga menggenangai ruas jalan Pantura Kudus,” imbuh Budi. Nor Ahmad