GROBOGAN.NEWS Kudus

Tebing Longsor Timpa Talud Jalan dan Teras Rumah

Kondisi tanah longsor di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, Sabtu (13/2). Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Bencana tebing longsor terjadi di wilayah Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (13/2) kemarin.

Material tebing setinggi 15 meter longsor menutup badan jalan.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo, terdapat tiga titik longsor di Dukuh Kambangan. Menurut dia, akibat kejadian tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Musibah tanah  longsor juga menimpa teras rumah Bapak Suwito dan merusak bangunan talud.

Baca Juga :  Corona Varian India Menghantam Kudus, Kawasan Wisata Sunan Muria dan Sunan Kudus Ditutup

“Akibat kejadian tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja material longsoran tebing menimpa talud dengan dampak kerugian sekitar Rp 15 juta. Material longsoran juga menimpa teras rumah dengan dampak kerugian mencapa Rp1 juta,” jelas dia.

“Lebar longsoran sekira 10 meter hingga 15 meter. Material longsornya menutup jalan Kabupaten di Dukuh Kambangan. Lebar longsoran kurang lebih 10 meter dan 15 meter,” sambung dia.

Baca Juga :  Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Gubernur Ganjar Terus Beri Perhatian Khusus

Akibat kejadian tersebut, lanjut Budi, material longsoran juga menutupi akses Jalan Raya Kambangan. Rinciannya, tebing longsor terjadi di tiga RT di RW 005 yakni, RT 003, 004 dan 005.

Lebih detail, ia menyebutkan, alat berat juga dikerahkan untuk membantu proses menyingkirkan material longsor yang menutup badan jalan.

“Kami berjibaku bersama-sama membersihkan longsoran dengan dibantu alat berat dari PR Sukun. Sore (Sabtu kemarin) jalan sudah bisa dilalui warga,” sambung dia.

Baca Juga :  Saat Nusron Wahid Mengubah Pesantrennya Jadi Rumah Sakit Darurat untuk Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19

Disampaikan oleh Budi lebih lanjut kondisi tebing di wilayah Dukuh Kambangan saat musim penghujan memang rawan terjadi longsor akibat kondisi tanahnya labil.

“Kami mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, seperti saat ini saat intensitas hujan sangat tinggi,” imbuh dia. Nor Ahmad