Safari Hari Jumat, Hartopo Takjub dengan Masjid Jami’ Wali Al-Ma’mur di Desa Jepang

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo saat melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Jumat (26/2). Ist
  • Bagikan

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Takjub. Itulah yang dirasakan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo saat melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Jami’ Wali Al-Ma’mur, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Jumat (26/2).

Pasalnya, masjid yang berdiri sejak abad ke-16 itu menawarkan suasana klasik nan elegan.

Pelbagai peninggalan dan furnitur antik menambah kekhasan masjid yang dibangun di era Sunan Kudus itu.

Baca Juga :  Penjualan Rokok Ilegal via E-Commerce Dibongkar Bea Cukai Kudus

“Arsitekturnya bagus sekali dan antik. Tentu ini menyimpan nilai sejarah. Saya takjub sekali melihat keindahan arsitektur masjid wali ini,” katanya.

Selain arsitekturnya, Plt. Bupati juga terkesan dengan tiang penyangga asli yang ditutup dengan dua jenis kayu, yakni kayu jati dan kayu nangka.

Baca Juga :  Sebanyak 180 Rumah di Kudus Rusak Paska Diterjang Angin Kencang

Namun, masih diberikan pintu kecil agar generasi penerus dapat menjadi saksi betapa filosofisnya bangunan masa lalu. Pihaknya pun berkesempatan melihat secara langsung dan sempat menyentuh kayu tiang penyangga asli.

“Menarik ini. Generasi penerus harus tahu betapa kaya dan filosofisnya masyarakat jaman dahulu. Ini suatu keistimewaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Awas. Pemberi Uang ke Pengemis di Kudus Bisa Disanksi Denda

Tak hanya itu, orang nomor satu di Kudus tersebut juga berkesempatan menerima air salamun dari takmir masjid. Air berasal dari sumur peninggalan di masjid itu.

Konon, air sumur tidak pernah kering meski musim kemarau datang.

  • Bagikan