GROBOGAN.NEWS Semarang

Sebanyak 1 Juta Dosis Vaksin untuk Gelombang II Telah Tiba di Kota Semarang, Inilah Skenario yang Digulirkan Gubernur Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau persiapan penerimaan vaksin gelombang II di Gudang Dinkes Prov Jateng, Jalan Tambak Aji, Ngaliyan, Kota Semarang di sela gowes pagi.

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan skenario untuk menyambut kedatangan vaksin gelombang II yang dijadwalkan datang Minggu (21/2) hari ini.

Untuk gelombang II, Jateng menerima 100.430 vail atau sekitar 1 juta dosis vaksin.

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau persiapan penerimaan vaksin gelombang II di Gudang Dinkes Prov Jateng, Jalan Tambak Aji, Ngaliyan, Kota Semarang di sela gowes pagi.

“Jadi sampai dengan kemarin kita sudah mendapatkan informasi akan datang vaksin untuk pelayan publik sama kelompok lansia,” ujar Ganjar.

Menurutnya, dari informasi Dinkes Jateng, vaksin gelombang II untuk Jateng sudah berangkat dari Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB, dengan estimasi perjalanan selama delapan jam, tiba di gudang Dinkes Jateng pada siang ini.

“Kita dapat 100.430, nah sekarang satu vail itu isinya 10 (dosis). Berarti ini sekitar 1jutaan (dosis). Nanti kita sambut ini, teman-teman dari Dinkes sedang persiapan nanti seluruh vaksin di sini,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, ada beberapa skenario yang disiapkan untuk distribusi vaksin gelombang II ini.

Selain untuk pelayan publik dan lansia, vaksin juga akan diberikan untuk kelompok masyarakat seperti pasar.

Hal ini, seperti yang sebelumnya dilakukan di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

“Nanti kita akan coba beberapa kelompok masyarakat seperti pasar. Seperti kemarin Pak Presiden melihat di Tanah Abang Jakarta, kita akan coba di Solo. Sehingga nanti harapannya akan lebih banyak (sasarannya),” tutur Ganjar.

Selain persiapan menyambut kedatangan vaksin, Ganjar mengatakan pihaknya juga sedang menyiapkan titik pelaksanaan vaksin untuk pelayan publik.

Harapannya, dengan titik-titik yang disiapkan tersebut proses vaksinasi pada pelayan publik yang jumlahnya ribuan akan berlangsung cepat.

“Jadi target kita cepat. Harusnya tidak sulit karena datanya sudah ada, lokasinya sedang disiapkan,” terang dia.

“Nanti tinggal kapasitas yang ada, kita mau itu dioptimalkan. Maka ini soal cerita mekanisme menyusun,” ujarnya.

Selain Solo, lanjut Ganjar, Kota Semarang juga dipilih untuk pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok masyarakat pasar. Pertimbangannya, adalah pusat keramaian dan kegiatan ekonomi.

Di sisi lain, usulan pasar ini juga sudah lama disiapkan. Yakni saat dirinya dipanggil dalam rapat bersama lima gubernur lain dengan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Setelah pak presiden bicara pasar, kita usulkan juga beberapa kelompok masyarakat yang lain, sopir, pedagang keliling trus ada usulan guru,” jelas dia.

“Tapi guru kan sudah masuk pelayan publik, tokoh agama termasuk yang ada di pesantren, para pendeta dan sebagainya, yang tiap hari ketemu dengan orang, itu jadi prioritas,” ujar Ganjar.

“Waktu itu Pak Presiden bilang, ‘pak gub ke saya, siapkan itu pasarnya’, ya pak gimana kalau Solo sama Semarang, gitu jadi kita siapkan dua skenario itu,” tandas Ganjar. Kahlil