GROBOGAN.NEWS Semarang

Pemkab Kendal Fokus Tingkatkan Komoditas Pertanian

Ilustrasi Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa melaksanakan panen raya jagung hibrida di Desa pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kendal, Sabtu, (27/6/2020),lalu. Istimewa

KENDAL, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Kendal mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Presiden Republik Indonesia melaui video conference, Senin (11/01/2020) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Hadir mengikuti kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kendal H. Masrur Masykur mewakili Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, MSi., Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Ir. Tjipto Wahjono, MM.

Disampaikan oleh Wakil Bupati Kendal, H. Masrur Masykur, bahwa pada rapat tersebut membahas tentang kedelai yang langka.

Selanjutnya, perlu adanya perluasan lahan, stok dan spek komoditas kedelai, jagung, padi perlu ditingkatkan, karena selama ini terjadi kelangkaan yang menyebabkan harga tinggi, sehingga pada Rakernas ini harapannya kelangkaan pada komoditas tersebut dapat tercukupi dan terpenuhi dengan baik.

Baca Juga :  Gus Yusuf Chudlori Kembali Pimpin PKB Jateng

Wakil Bupati Kendal H. Masrur Masykur juga mengatakan, tentunya dengan adanya Rakernas ini Pemerintah Kabupaten Kendal sendiri melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan meningkatkan komoditas tersebut, terutama pada tanaman kedelai.

“Sebenarnya hasil pertanian kedelai di Kabupaten Kendal sudah lumayan cukup untuk pemenuhan kebutuhan di daerah, namun sesuai dengan arahan Presiden RI tadi, kita harus lebih meningkatkan hasil dari tanaman yang sering kali mengalami kelangkaan, seperti tanaman padi, jagung, dan terutama pada tanaman kedelai sehingga nantinya dapat mengurangi kelangkaan yang sering terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Tjipto Wahjono menerangkan kendal-kendala yang dihadapi oleh para petani di Kabaupaten Kendal.

“Terkait dengan tanaman kedelai kendalanya untuk sisi lahannya yang kurang, dan petani kurang tertarik karena harga jualnya yang terlalu rendah, sehingga perlu adanya dukungan dari Instansi Pemerintah di bidang perdagangan agar harganya dapat bersaing dan dapat memberikan keuntungan bagi para petani yang menanam kedelai,” katanya.

Baca Juga :  Delapan Ribu Vaksin Sinovac Tiba di Ungaran Disimpan di Gudang Dinkes

Menurut Tjipto Wahjono, untuk tanaman jagung, Kabupaten Kendal pada tahun 2020-2021 ini menjadi pemasok tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

“Tahun ini tanaman jagung di Kendal menjadi tertinggi di Jawa Tengah mengungguli pasokan jagung dari Kabupaten Purwodadi, dan saat ini untuk lahan tanaman jagung terus diperluas menggunakan lahan perhutani, yang mana setiap ada penebangan pohon jati lahanya dapat ditanami jagung, dan kemarin juga dibantu oleh Kementerian Pertanian dengan memberikan bantuan beni jagung untuk lahan 20 hektar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Langgar Aturan PPKM Toko di Kota Semarang Disegel

“Sedangkan untuk tanaman padi, di Kendal ada program IP 400, yaitu petani dalam satu tahun dapat menanam empat kali, hal ini harus benar-benar di manfaatkan dengan benar, sehingga dapat meningkatkan produksi tanpa harus perluasan lahan,” tutup Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal.  Wawan