Hingga November 2020, Pengajuan Perceraian di Kudus Sentuh 1.279 Perkara, Ketidaksiapan Mental Disinyalir Jadi Pemicu

Ilustrasi Kasus Perceraian
  • Bagikan

“Sebagian besar penyebab kasus perceraian karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus dengan pasangan. Dari 1.279 kasus perceraian Pengadilan Agama Kudus mencatat setidaknya ada 869 perceraian yang disebabkan adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus,” imbuh dia.

Ia menambahkan, hantaman pandemi covid-19 yang sedang terjadi sangat berdampak pada ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Sebanyak 180 Rumah di Kudus Rusak Paska Diterjang Angin Kencang

“Pandemi covid-19 berimbas pada munculnya permasalahan-permasalahan di dalam rumah tangga dan menimbulkan percekcokan dengan pasangan hingga berbuntut pengajuan perceraian,” imbuh dia.

“Faktor perceraian lain yang kerap terjadi dikarenakan adanya salah satu pihak yang meninggalkan yakni salah satu pihak yang dimaksud bisa karena kehadiaran orang ketiga yang membuat salah satu pihak meninggalkan,” terang dia.

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri Jadi Memomentum Membangun Semangat Berjihad Melawan Pandemi Covid-19

Faktor lain, lanjut dia, menjadi penyebab perceraian lainnya adalah permasalahan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, cacat badan dan kawin paksa. Untuk perceraian karena permasalahan ekonomi ada 110 perkara, KDRT 7, poligami 2, cacat badan 1 dan kawin pak

Baca Juga :  Awas. Pemberi Uang ke Pengemis di Kudus Bisa Disanksi Denda

“Salah satu pihak pergi keluar kota, lalu tidak ada kabar dalam jangka waktu yang lama. Kalau yang meninggalkan suami, ya tidak memberi nafkah hinga berbulan-bulan lamanya. Kemudian istrinya mengajukan cerai gugat,” pungkas dia. Nor Ahmad

  • Bagikan