Waspada Main HP sambil Ngecas, Pelajar di Grobogan Tewas Tersambar Petir saat Asyik Main Game Online

Petugas Polsek Grobogan tengah melakukan olah TKP di lokasi kejadian tewasnya seorang pelajar yang tewas tersambar petir saat asyik main game online di sebuah warung kopi. Foto : Istimewa
  • Bagikan

GROBOGAN, GROBOGAN.NEWS-Seorang pelajar asal Dusun Ngrumpeng, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan tewas akibat tersambar petir pada Senin (23/11) petang.

Pelajar kelas XI SMK bernama M. Wahidi berusia 16 tahun ini meninggal dunia saat bermain handphone yang sedang tersambung dengan pengisi daya.

Data yang berhasil dihimpun GROBOGAN.NEWS menyebutkan, kejadian tragis ini terjadi pada Senin (23/11) petang sekira pukul 18.00 WIB. Saat kejadian hujan deras mengguyur lokasi tewasnya korban.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Rabu, 20 Oktober 2021: Sebagian Wilayah di Jawa Tengah Diperkirakan Cerah dan Berawan. Grobogan dan Demak Berawan dan Hujan Ringan

Kapolsek Grobogan Iptu Parjin saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Awalnya korban yang duduk di bangku kelas XI SMK ini sedang berada di sebuah warung kopi bersama dua orang rekannya pada Senin (23/11). Hingga akhirnya hujan deras melanda wilayah itu pada sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat korban tengah asyik bermain game online dengan handphonenya, tiba-tiba petir menyambar lokasi meninggalnya korban di sebuah warung kopi di Dusun Krajan, Desa Putatsari, Kecamatan/Kabupaten Grobogan.

Baca Juga :  Akibat Angin Kencang Dalam Satu Pekan, 8 Rumah Roboh, 8 Rumah Rusak Berat, 116 Rumah Rusak Ringan

“Saat turun huhan deras dan petir pada Senin (23/11) petang kemarin, korban tetap melanjutkan main handphone dengan keadaan posisi handphone di isi daya (charger). Korban tewas saat tengah bermain handphone dan cuaca saat itu hujan deras,” terang Iptu Parjin.

Baca Juga :  Persipur Optimistis Raih Kemenangan Melawan Persibat pada Awal November Mendatang

Lebih detail, Parjin melanjutkan, kronologi meninggalnya korban setelah tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar. Korban saat itu langsung terpental bersama handphone miliknya. Melihat kejadian itu, kedua rekan korban berusaha menolong dan menyadarkan korban.

Saat itu,lanjut Parjin, rekan-rekan korban bersama dengan pemilik warung berupaya keras menyadarkan korban. Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia.

  • Bagikan