Dengan Berbagai Pertimbangan, Pemkab Kudus Tak Buru-buru Terapkan Skema Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi simulasi Penerapan Pembelajaran dengan Skema Tatap Muka Langsung : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka SMAN 3 Semarang, Selasa (24/11/2020) lalu. Foto : Istimewa
  • Bagikan

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan tidak terburu-buru menggulirkan kebijakan penerapan skema pembelajaran tatap muka secara langsung.

Saat ini, Kabupaten Kudus belum menjadi wilayah yang masuk zona tidak beresiko tingkat sebaran virus corona atau covid-19 atau masih dalam kategori zona oranye dengan risiko penularan virus corona tingkat sedang.

Baca Juga :  Sebanyak 180 Rumah di Kudus Rusak Paska Diterjang Angin Kencang

Atas kondisi tersebut pengambilan kebijakan belajar tatap muka dinilai perlu pertimbangan yang matang, sebab belajar tatap muka secara normal kembali, sulit terealisasi jika tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksana Tugas Bupati Kudus H.M. Hartopo menyampaikan, saat ini Pemerintah Kabupaten Kudus tidak mau buru-buru memberikan lampu hijau kepada semua sekolah untuk menggelar kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka meskipun Pemerintah Pusat telah membolehkan sekolah tatap muka mulai awal tahun 2021.

Baca Juga :  Awas. Pemberi Uang ke Pengemis di Kudus Bisa Disanksi Denda

“Banyak yang harus kami pertimbangkan sebelum memutuskan sekolah di Kabupaten Kudus boleh menggelar kegiatan belajar secara tatap muka,” ujar Hartopo, kemarin.

Ditegaskan oleh Hartopo, pihaknya mempersilakan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ketika Kudus sudah masuk ke zona kuning dengan risiko penularan COVID-19 tingkat rendah.

  • Bagikan