Gempar ! Tabungan Diduga Dibobol, Seorang Warga Kudus Gugat Salah Satu Bank Plat Merah ke Pengadilan

Ilustrasi uang.
  • Bagikan

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Kabar tidak sedap merebak dari sektor perbankan di Kabupaten Kudus.

Seorang warga Kudus telah melayangkan gugatan terhadap Bank Mandiri ke Pengadilan Negeri Kudus.

Gugatan tersebut dilayangkan setelah dana yang tersimpan di rekening miliknya di bank milik pemerintah tersebut senilai Rp5,8 miliar diduga dibobol.

Gugatan tersebut didaftarkan oleh penggugat melalui kuasa hukumnya Musafak Kasto ke Pengadilan Negeri Kudus, Rabu (6/10).

Dijelaskannya secara detail oleh Musafak Kasto, hilangnya dana yang tersimpan dalam rekening itu, saat kliennya akan melakukan penarikan dana pada Mei 2021 lalu.

Baca Juga :  Penjualan Rokok Ilegal via E-Commerce Dibongkar Bea Cukai Kudus

Pihaknya pun menjelaskan, saat itu korban gagal melakukan penarikan dana akibat kartu ATM miliknya diblokir oleh pihak bank.

Ia menjelaskan kliennya kemudian mengurus pergantian kartu ATM di Bank Mandiri Cabang Kudus.

“Setelah mendapat kartu ATM baru korban kemudian melakukan penarikan uang sebesar Rp20 juta melalui ATM. Korban kaget karena saldo yang tersisa setelah melakukan penarikan tersebut hanya Rp128 juta,” jelas dia.

Baca Juga :  Penjualan Rokok Ilegal via E-Commerce Dibongkar Bea Cukai Kudus

Ia melanjutkan, seharusnya saldo yang tersimpan di dalam rekening mencapai Rp5,9 miliar.

“Atas hilangnya uang miliaran rupiah dalam rekening tersebut korban kemudian meminta penjelasan dari pihak bank. Selanjutnya pihak bank memberikan data tentang empat transaksi pemindahbukuan dari rekening kliennya itu,” jelas dia.

“Empat transaksi yang dilakukan di Bank Mandiri cabang tersebut masing-masing dua kali pemindahbukuan sebesar Rp2 miliar, satu pemindahbukuan sebesar Rp1,3 miliar, dan penarikan tunai sebesar Rp500 juta,” jelas dia.

Baca Juga :  Penjualan Rokok Ilegal via E-Commerce Dibongkar Bea Cukai Kudus

Ia menambahkan, dari data dan identitas orang yang memindahbukukan uang tersebut ternyata bukan korban.

“Foto, nama, tanda tangan berbeda dengan KTP dan buku tabungan juga berbeda,” katanya lagi.

Atas peristiwa itu, Moch Imam Rofi’i meminta Bank Mandiri mengembalikan dana yang tersimpan di dalam rekeningnya yang berjumlah Rp5,8 miliar, karena pelanggaran prinsip kepercayaan, kehati-hatian, serta kerahasiaan.

  • Bagikan