Tujuh Bulan Tidak Digaji 6 Satpam PT BATI Ini Mengadu ke DPRD Sragen

Sugiyamto / foto: Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Merasa diperlakukan tidak manusiawi oleh PT BATI Sragen, sebanyak enam orang karyawan yang bertugas sebagai Satpam, akhirnya mengadu ke DPRD setempat, pada Rabu (29/9/2021).

Di depan wakil rakyat tersebut, mereka mengaku dipindahkan ke bagian lain yang jauh lebih berat dan di luar kemampuan.

Sementara, mereka yang rata-rata sudah berusia senja itu malah sudah tujuh bulan terakhir ini tidak digaji.

Diduga kuat, pemindahan itu sengaja dilakukan untuk membuang pelan-pelan mereka agar tidak betah dan mengundurkan diri dari pekerjaan.

“Enam Satpam itu memang tadi meminta audiensi dengan DPRD. Kami terima bersama anggota Komisi IV dan ada Ketua DPRD juga. Intinya mereka mengadu untuk mendapatkan keadilan karena mereka dipindah ke divisi lain. Padahal divisi itu tidak sesuai dengan kemampuan mereka,” papar Ketua Komisi IV, Sugiyamto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM usai audiensi, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga :  Tahukah Anda Busana Adat Jawa dan Maknanya

Pemindahan tugas itu dialami sejak tujuh  bulan. Karena keberatan dan tak sesuai kemampuan, mereka pun kompak tidak masuk sebagai bentuk protes kepada perusahaan.

Namun bukannya dikembalikan ke posisi semula sebagai Satpam, mereka justru dikenai hukuman tambahan dengan tidak digaji selama 7 bulan terakhir.

Baca Juga :  Untuk Keenam Kalinya Sragen Raih WTP, Dapat Bonus DID Rp 14 M

Sugiyamto menyampaikan dari keterangan para Satpam, pemindahan itu dianggap sebagai hukuman atas kejadian pencurian kabel di lingkungan pabrik saat enam Satpam itu bertugas.

Atas kondisi itu, ia menyayangkan kebijakan perusahaan yang memindah enam Satpam hanya karena alasan kejadian pencurian.

Menurutnya alasan itu dinilai tidak berdasar dan disinyalir hanya strategi perusahaan untuk “menendang” pelan-pelan.

“Padahal saat itu, kejadian pencurian kabel itu tidak hanya terjadi di PT BATI. Kalau enggak salah, ada pabrik lain yang juga terjadi pencurian kabel. Jadi kalau itu dijadikan alasan, menurut saya ya nggak pas. Karena Satpam kan kompetensinya sudah khusus, kalau dipindah ke bagian lain yang teknis, jelas enggak sesuai kemampuan. Namanya kerja kalau nggak sesuai kompetensi kan malah merugikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tren Membaik Terus Berlanjut, di Sragen Hanya Ada Tambahan 2 Kasus Positif Covid-19

Soal keluhan 7 bulan tidak digaji, menurutnya hal itu memang karena mereka tidak masuk. Hanya saja, ia memandang hukuman pemindahan itu dianggap tidak manusiawi.

Karenanya dalam audiensi itu, mereka tetap mengajukan tuntutan agar dikembalikan seperti posisi semula sebagai Satpam.

  • Bagikan