Pandemi Covid-19 Picu Tagihan PBB Sragen Nunggak Rp 10 Miliar

0609 dwiyanto
Dwiynto / foto: Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Pandemi Covid-19 berdampak terhadap segala lini kehidupan masyarkat. Termasuk, yang juga cukup kentara, dalam ketaatan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

Bagaimana tidak, sampai dengan awal September 2021 ini, tagihan PBB di Sragen yang belum bisa tertagih mencapai Rp 10 miliar.

Baca Juga :  Habis Tabrak dan Lindas Pemotor Hingga Tewas di Sragen, Sopir Truk Malah Coba Kabur!

Hal itu sangat mungkin terjadid, lantaran kondisi ekonomi warga yang terdampak pandemi serta larangan pertemuan selama pandemi, menjadi pukulan berat bagi masyarakat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen, Dwiyanto mengatakan untuk tagihan PBB memang terus dikejar.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Polsek Gondang Sragen Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis Dengan Kuota 1.200 Dosis

Menurutnya untuk tahun ini, realisasi pembayaran PBB memang masih agak seret. Hal itu karena kondisi ekonomi terdampak pandemi.

Kemudian budaya masyarakat utamanya petani, biasanya menunggu panenan baru membayar.

“Sudah lumayan, tapi tetap kita kejar terus. Masyarakat sebenarnya sudah sadar akan kewajiban PBB, tapi karena kondisi pandemi agak terlambat. Biasanya petugas tingkat desa nariknya nunggu panenan dulu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (5/9/2021).

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sragen Makin Berkurang. Hanya Tambah 10 Kasus dalam Sehari

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan