Data di Pusat Tidak Sinkron Bikin Sragen Bertahan di Level 4. Ada Selisih Angka 1.500

1602 bupati sragen tenan a
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS Ketahun sudah mengapa kabupaten Sragen masih nangkring di level 4, padahal kenyataan di lapangan, jumlah kasus sudah jauh menurun.

Usut punya usut, ternyata validitas data Covid-19 di pusat dan Kementerian Kesehatan yang  tidak sinkron dengan kondisi di lapangan.

Di Sragen, ditemukan data yang tercatat di pusat ternyata ada selisih ribuan kasus positif lebih banyak dengan data riil di lapangan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sragen Makin Berkurang. Hanya Tambah 10 Kasus dalam Sehari

Hal itu yang ditengarai akhirnya membuat angka kasus Covid-19 Sragen masih tercatat tinggi di pusat.

“Harapannya minggu depan kita sudah nggak level 4 lagi deh. Karena tadi sama-sama kepala daerah se-Soloraya curhat kok Soloraya masih level 4 ya,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada wartawan Rabu (18/8/2021).

Baca Juga :  Baru Capai 40 Persen, Pemkab Sukoharjo Akhirnya Genjot Vaksinasi Covid-19

Padahal menurutnya, angka penambahan kasus positif di Soloraya termasuk Sragen, sudah banyak mengalami penurunan signifikan.

Setelah ditelusuri, ternyata biang semua itu karena data yang masuk ke pusat ternyata data lama yang tertunda masuk atau data delay.

Baca Juga :  Puluhan Kios dan Los di Pasar Tangen Sragen Terbakar, Ini Sebabnya

 

Bupati Yuni menyebut, untuk Sragen ada perbedaan sekitar 1.500 data kasus Covid-19. Padahal riilnya angka sebanyak itu saat ini sudah sembuh.

Halaman:
1   2   Show All

  • Bagikan