GROBOGAN.NEWS Semarang

Wali Kota Hendi Sampaikan Teguran Keras ke Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha di Kota Semarang. Hendi : Sampaikan Teguran dengan Santun

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi dalam apel Kegiatan Kesiapan Patroli PPKM Darurat di lapangan Pancasila, Simpang Lima, Senin (5/7). Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menyampaikan kekecewaanya terhadap tindakan Satpol PP Kota Semarang.

Hal itu setelah terjadinya penertiban warung-warung makan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Semarang yang terlihat dalam sebuah video dan viral di media sosial.

Orang nomor satu di Kota Semarang ini menegaskan tidak pernah memberi perintah penyemprotan pada tempat usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan penyemprotan tersebut di luar sepengetahuannya, dan tidak sesuai dengan arahan yang telah diberikannya.

Apalagi sebelum viralnya aksi penyemprotan tempat usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat, seperti salah satunya di wilayah Mijen pada Senin (5/7), di hari yang sama Hendi juga telah menekankan untuk jajarannya tidak melakukan tindakan yang diluar perintahnya, termasuk penyemprotan tempat usaha yang melanggar PPKM Darurat.

Disampaikannya dalam apel Kegiatan Kesiapan Patroli PPKM Darurat di lapangan Pancasila, Simpang Lima, Senin (5/7), seluruh jajarannya harus tegak lurus bertindak sesuai komandonya, dan tidak mengambil tindakan sendiri dalam menjalankan tugas.

Untuk itu dia menyayangkan adanya tindakan dari jajarannya yang dilakukan tanpa berkoordinasi terlebih dahulu. Hal itu menurut Hendi membuat upaya penegakan aturan PPKM Darurat di Kota Semarang menjadi kontra produktif, dan tidak mendapat simpati dari masyarakat.

“Saya tegur Kepala Satpol PP, karena Satpol PP secara terang – terangan menyemprot warung – warung yang masih berjualan.

Saya rasa masih banyak cara yang bisa kita lakukan, supaya kemudian semua bisa nurut dengan aturan,” tutur Hendi.

“Semua tindakan harus efisien dan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sampaikan kepada masyarakat dengan santun. Jangan sampai karena rekan – rekan capek menjalankan tugas, kemudian ada tindakan – tindakan yang kontra produktif,” pinta Wali Kota Semarang tersebut.

Saat ini Hendi sendiri menyebut telah memastikan bahwa tindakan penyemprotan tersebut tidak akan dilakukan kembali oleh jajarannya.

Itu juga disampaikannya melalui pesan terbuka pada seluruh kanal media sosialnya, seperti di twitter dan instagram @HendrarPrihadi.

“Melalui pesan ini secara resmi saya menegur seluruh jajaran di Pemerintah Kota Semarang yang bertindak tidak sesuai perintah. Saya minta semua melakukan tugas dengan santun dan humanis.

Jangan sampai ada lagi kejadian yang kontra produktif,” tulis akun instagram @HendrarPrihadi.RIS