GROBOGAN.NEWS Solo

Wafat, Ekonom Senior INDEF Asal Sragen, Enny Sri Hartati Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

Deretan karangan bunga dari tokoh dan korporasi nasional menghiasi jalan menuju pemakaman ekonom INDEF, Enny Sri Hartati yang dimakamkan di Celep, Kedawung, Sragen, Jumat (2/7/2021). Insert Foto Enny Sri Hartati. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Sragen kehilangan salah satu tokohnya, yakni ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati.

Jenazah korban tiba ti kampung halamannya di Desa Celep, Kedawung, Sragen dan dimakamkan di pemakaman keluarganya di kampung halaman Desa Celep, Kedawung, Sragen pada Jumat (2/7/2021) pagi tadi.

Enny meninggal dunia Kamis (1/7/2021) malam di Jakarta setelah sempat mengalami drop dan terlambat dapat asupan oksigen.

Kepergian Enny akibat terpapar Covid-19 dibenarkan pihak keluarga. Salah satu kerabat, Suyadi Kurniawan membenarkan Enny meninggal dunia di Jakarta, Kamis (1/7/2021) malam dengan keterangan terkonfirmasi positif.

Baca Juga :  Lawan Lewat Kasasi di MA, Terdakwa Kasus Korupsi Eks Dirut RSUD Sragen Dapat Pengurangan Hukuman 4,5 Tahun

Pemakaman dilangsungkan tadi pagi di Desa Celep, Kedawung, Sragen. Isak tangis dari kerabat dan kolega mengiringi pemberangkatan almarhumah ke peristirahatan terakhirnya.

Almarhumah dimakamkan secara protokol covid-19. Setelah disalatkan di depan Masjid Rumahnya di Desa Celep, kemudian dibawa ke pemakaman dan dimakamkan oleh petugas berpakaian APD lengkap.

“Pemakaman tadi pagi sekitar jam 09.30 WIB di pemakaman keluarga di Desa Celep, Kedawung, Sragen. Sempat Disalatkan di depan masjid rumah, kemudian baru dibawa ke pemakaman. Pemakamannya secara protokol covid-19 ,” papar Suyadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (2/7/2021).

Suyadi menguraikan almarhumah lahir di Dukuh Celep RT 22, Desa Celep, Kedawung, Kabupaten Sragen. Semenjak menjadi pakar ekonomi, almarhumah berdomisili di Jakarta.

Baca Juga :  Wah, Sekitar 200 Warga Sragen Menghindar dari Kewajiban Vaksin. Satpol PP Terpaksa Blusukan untuk Menjemput

Deretan karangan bunga duka cita memenuhi halaman kediaman almarhumah. Tampak beberapa di antaranya dari petinggi di DKI hingga tokoh nasional.

Kabar kepergian Enny juga disampaikan ekonom senior INDEF, Aviliani kepada media. Ia menceritakan kronologi Enny Sri Hartati sebelum meninggal dunia.

Awalnya, Enny dinyatakan positif Covid-19. Namun karena hanya gejala ringan, Enny memutuskan untuk rawat jalan di kediamannya.

Dalam perkembangannya, kondisi kesehatannya kemudian mengalami penurunan pada dua hari lalu.

Hal itu lantaran angka saturasi atau oksigen dalam darah Enny hanya di angka 70. Sulitnya mencari Rumah Sakit (RS) menjadi kendala awal. Akhirnya Enny bisa dilarikan ke ICU RS Pondok Kopi.

Baca Juga :  Bupati Sragen Ajak 100 Lebih PNS yang Pernah Terpapar Covid-19 untuk Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Begitu sampai di RS, ternyata Enny terlambat mendapatkan oksigen. Sempat mendapat oksigen, kondisi saturasi Enny kembali normal di angka 90.

Saat normal, Enny masih sempat meminta doa kepada rekan-rekan INDEF ketika tengah mengadakan pengajian. Sayang beberapa saat kemudian mengalami drop lagi hingga kemudian mengembuskan nafas terakhirnya pukul 19.55 WIB malam tadi.

“Semalam itu masih kirim WA, minta didoakan. Tapi ko ternyata drop lagi, sampai akhirnya meninggal,” ujarnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/07/diiringi-air-mata-jenazah-pakar-ekonomi-indef-kelahiran-sragen-enny-sri-hartati-dimakamkan-di-pemakaman-keluarga-di-kedawung-sempat-disalatkan-di-depan-masjid-pemakaman-protokol-covid-19/a