GROBOGAN.NEWS Semarang

Masih Khawatir Terjadinya Kekurangan Pasokan Oksigen, Inilah Penjelasan Bupati Ngesti

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. IST

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Peningkatan jumlah pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Semarang membuat Bupati Semarang Ngesti Nugraha khawatir akan pasokan oksigen.

Kekhawatiran itu karena pasokan oksigen yang datang ke rumah sakit itu sering terlambat dan kurang dari jumlah yang dibutuhkan.

Kekhawatiran pasokan oksigen pun tidak hanya di sejumlah rumah sakit, namun juga untuk tempat isolasi darurat.

Menurut Bupati Ngesti, seiring dengan bertambahnya jumlah pasien Covid-19, kebutuhan oksigen menjadi hal yang semakin krusial.

“Kebutuhan oksigen bagi penaganan  Covid-19 tidak hanya ada di rumah sakit, namun juga tempat isolasi terpusat. Bahkan warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) pun juga sudah ada yang membutuhkan oksigen,” terang Bupati Ngesti, Jumat (9/7/2021).

Dijelaskan oleh Bupati lebih detail, saat ini BOR rumah sakit penuh, akhirnya warga yang seharusnya mendapatkan penanganan medis akhirnya melakukan isoman atau masuk tempat isolasi darurat terlebih dahulu.

Ada pula, warga yang sebelumnya OTG atau penyintas tanpa gejala lalu melakukan isoman akhirnya bergejala.

Sehingga penyintas yang seharusnya sudah dirawat di rumah sakit tersebut masih harus menunggu karena keterisian tempat tidur rumah sakit penuh.

“Gambaran tersebut menunjukkan bahwa untuk saat ini oksigen tidak hanya menjadi kebutuhan di rumah sakit namun juga menjadi kebutuhan di tempat isolasi terpusat dan warga yang menjalani isoman,” tandas dia.

“Penanganannya dilakukan oleh bidan desa dibantu oleh Satgas Covid-19 di tingkat desa/ kelurahan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit,” jelas Ngesti lebih lanjut.

Jika pasokan oksigennya lancar, lanjut Ngesti, maka untuk mengoptimalkan penambahan tempat tidur di rumah sakit akan bisa berjalan untuk memutus antrean pasien yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Kalau pasokan oksigennya lancar, untuk membawa pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit pasti akan bisa dilakukan, tetapi kalau masih ada kendala kebutuhan oksigennya dikhawatirkan justru menjadi masalah baru,” terang dia.

Saat ini, masalah kebutuhan oksigen ini masih terus dikomunikasikan bupati dengan Pemprov Jawa Tengah guna meningkatkan pelayanan kepada para pasien Covid-19 di Kabupaten Semarang.

Pihak rumah sakit juga langsung berkomunikasi dengan Disperindagkop Provinsi Jawa Tengah maupun pihak ketiga.

Misalnya untuk RSUD Gunawan Mangoen Koesoemo dengan PT Samator dan PT Langgeng Gas.

Sedangkan untuk kebutuhan sumber daya kesehatan Pmkab Semarang juga telah melakukan koordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran.

“Kami berharap, terkait permasalahan oksigen bisa ada solusi, sehingga upaya untuk menambahh pelayanan di rumah sakit akan dapat dilakukan di Kabupaten Semarang ini,” pungkas dia. DRI