GROBOGAN.NEWS Solo

Akhirnya Riwayat Kafe Letong Sragen Tamat. Dipasangi Segel, 47 Kios Karaoke Terselubung Resmi Ditutup Hari Ini

Petugas gabungan memasang segel penutupan kafe letong di Kompleks Pasar Hewan Nglangon, Sragen, Kamis (1/7/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS-Riwayat kafe letong di kompleks Pasar Hewan Nglangon, Karang Tengah, Sragen, resmi berakhir.

Hal itu menyusul penutupan yang dilakukan Pemkab Sragen melalui tim gabungan, Kamis (1/7/2021). Sebanyak 47 kios di tepi Utara dan timur kompleks Pasar Hewan Nglangon itu ditutup oleh tim gabungan dari Dinas Peternakan Perikanan (Disnakkan), Satpol PP, Kesbangpolinmas dan lainnya.

Penutupan dilakukan dengan pemasangan stiker di setiap pintu kios. Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan penutupan dilakukan untuk mengembalikan fungsi kios seperti semula.

Baca Juga :  Wah, Sekitar 200 Warga Sragen Menghindar dari Kewajiban Vaksin. Satpol PP Terpaksa Blusukan untuk Menjemput

Yakni sebagai los dan kios yang mendukung fungsi pasar hewan. Sementara selama ini, 47 kios itu dinilai melanggar peruntukan karena dipergunakan untuk aktivitas karaoke dan penjualan minuman keras.

“Mulai hari ini resmi kita tutup permanen. Sehingga tidak dipergunakan yang tidak sesuai peruntukkannya. Karena selama ini kan di situ untuk karaoke, menjual miras dan lainnya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (1/7/2021).

Baca Juga :  Setelah Hujat Pemerintah dan Tobat, Kades Jenar Ditunjuk Jadi Duta Vaksin Kabupaten Sragen

Tatag menguraikan penyegelan akan dilakukan permanen. Selanjutnya, los akan dikembalikan sesuai peruntukkan awal.

Boleh digunakan untuk warung makan dan usaha yang mendukung keberadaan pasar hewan. Menurutnya penutupan dilakukan setelah sebelumnya tiga kali surat peringatan belum juga diindahkan.

Selama ini, para pemilik kios karaoke itu juga sudah menandatangani surat perjanjian semua.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo Masih Jauh dari Target

“Ditutup permanen. Mereka juga sudah menandatangani surat perjanjian. Lalu sudah 3 kali kita beri peringatan. Kita akan tutup permanen. Kalau tidak mau akan segera kita bongkar dan kita sesuaikan dengan peruntukkannya,” jelasnya.

Penyegelan berlangsung tanpa perlawanan dari penghuni kios. Namun mereka memilih tidak berkomentar. Beberapa pemilik juga langsung memberesi dan mengangkut perangkat sound system dan alat-alat di dalam ruangan karaoke. Wardoyo