GROBOGAN.NEWS Kudus

Penularan Covid-19 Varian Delta di Kudus Terdeteksi Bertambah Jadi 62 Kasus

Ilustrasi penyebaran covid-19.pixabay

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Penularan virus corona atau Covid-19 varian delta di Kabupaten Kudus masih mengalami peningkatan.

Pemerintah Kabupaten Kudus mencatat temuan varian Covid-19 delta bertambah menjadi 62 kasus dari sebelumnya terdapat 28 kasus.

Lonjakan itu diketahui setelah 34 sampel genome pasien Corona diperiksa di laboratorium dan dinyatakan sebagai varian delta.

Informasi yang dihimpun, hasil pengurutan gen atau whole genomic sequencing menunjukkan temuan varian delta bertambah menjadi 62 kasus. Sebelumnya, temuan kasus varian delta tercatat sebanyak 28 kasus.

Menurut Bupati Kudus Hartopo, Genome pasien Covid-19 yang diambil sebelumnya sebanyak 34 sampel dan hasilnya 28 sampel di antaranya dinyatakan terpapar virus varian delta.

Yang terbaru, dari 34 sampel semuanya dinyatakan terpapar virus varian delta.

“Sampel awal sebanyak 28 diambil dari Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus. Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengambil 34 sampel lagi untuk diuji di laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) pada 20 Mei 2021,” terang Hartopo pada Jumat (17/6/2021).

Saat ini, lanjut Hartopo, Pemkab Kudus  belum menerima data lengkap dari 34 spesimen Covid-19 yang diuji di laboratorium WGS tersebut.

“Jika sudah ada laporannya, kami bisa melakukan pelacakan terhadap pasien, pernah ke mana saja dan kontak dengan siapa saja,” ujarnya.

Hartopo pun mengaku heran dengan adanya varian delta di Kudus, mengingat jauh dari pelabuhan maupun bandara.

Belum diketahu apakah memang ada warga Kudus yang pernah kontak dengan saudaranya yang baru pulang dari India atau pernah melakukan pelayaran ke beberapa negara.

“Kudus dianggap sebagai ‘tersangka’ juga masih tanda tanya. Ini sebetulnya yang jadi tersangka terlebih dahulu siapa, apa memang Kudus yang melonjaknya lebih awal, sehingga tesnya diambil dulu, sedangkan daerah lain belum atau bagaimana?” kata dia.

“Meski demikian, saya harap hal itu tidak perlu dipersoalkan. Yang harus menjadi fokus utama saat ini adalah upaya penanganan agar lebih maksimal sehingga kasus Covid-19 bisa ditekan,” terang Hartopo lebih lanjut. NOR