GROBOGAN.NEWS Solo

Para Lansia, Ibu Hamil dan Lansia Telah Diizinkan “Ngemall” Kembali

Ilustrasi

SOLO, GROBOGAN.NEWS-Balita dan kaum rentan, termasuk ibu hamil dan lansia diizinkan masuk mall per Selasa (8/6/2021). Pasalnya, Satgas Penanganan Covid-19 Solo telah mengeluarkan surat izin terkait hal itu.

Chief of Marcomm Solo Paragon Mall, Veronica Lahji menuturkan, manajemen Solo Paragon Mall telah menerima surat izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Solo untuk membolehkan balita, lansia dan ibu hamil masuk mall.

Namun demikian, dirinya menegaskan balita wajib memakai masker saat masuk mall.

Baca Juga :  Bertambah 116 Warga Positif Covid-19 di Sragen,  Korban Meninggal 3 Orang Sehari

“Balita wajib memakai masker seperti yang lainnya. Penerapannya per hari ini (Selasa-red), balita, ibu hamil dan lansia sudah boleh masuk mall,” paparnya, Selasa (8/6/2021).

Hal senada disampaikan General Manager Solo Grand Mall (SGM), Bambang Sunarno. Pihaknya telah menerima surat jawaban permohonan izin dari Satgas Covid-19 Solo.

“Sebelumnya kami mengirimkan surat permohonan izin sebagai pendukung pencabutan larangan balita, lansia dan ibu hamil masuk mall. Surat balasan dari Satgas keluar hari ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Inilah Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Kota Solo yang Jadi Prioritas Wali Kota Gibran

Bambang menjelaskan, surat izin tersebut merupakan sebagai salah satu standart operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan khusus atau syarat Pusat perbelanjaan atau mall untuk tidak melakukan pembatasan bagi anak berusia kurang dari 5 (lima) tahun, ibu hamil dan orang lanjut usia resiko tinggi.

“Kami berharap dengan dikeluarkannya surat resmi ini masyarakat bisa membawa putra dan putri, lansia dan ibu hamil untuk berkunjung ke Solo Grand Mall,” jelas dia.

Baca Juga :  Prihatin Merebaknya Wabah Covid-19, Puluhan Anggota Pemuda Pancasila Kalijambe Sragen Lakukan Penyemprotan Massal

“Tentunya dengan dengan menerapkan beberapa anjuran dari pemkot seperti wajib menerapkan 5M, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, menyiapkan handsanitizer dan thermo gun, memasang tanda untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun, memastikan tidak ada kegiatan kontak langsung secara langsung,” terangnya. Prihatsari