GROBOGAN.NEWS Semarang

Nilai Tukar Petani Jateng Meningkat

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2021 sebesar 99,28, atau naik 0,58 persen dibanding NTP bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 98,71.

Data tersebut secara resmi dirilis melalui website https://jateng.bps.go.id/pressrelease.html.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono menuturkan, kenaikan NTP disebabkan indeks Harga yang diterima petani (lt) mengalami kenaikan 0,87 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani (lb) meningkat sebesar 0,28 persen.

Baca Juga :  Jateng Valley Mulai Dikerjakan, Gubernur Ganjar Pertegas Komitmen Bersama Membangun Daerah

“Dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jawa Tengah Mei 2021 tercatat sebesar 98,56 atau naik sebesar 0,58 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya sebesar 97,93,” ujarnya, Rabu (2/6/2021).

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tri Susilarjo menyampaikan, kenaikan NTP maupun NTUP tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah provinsi.

Di antaranya pendampingan terhadap penanganan hama, bantuan benih, dan sebagainya.

“Ada beberapa faktor atas kenaikan NTP dan NTUP di bulan Mei. Di antaranya upaya pendampingan dan bantuan-bantuan yang pemerintah lakukan,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Ngesti Fokus Genjot Pengembangan Sektor Pertanian, Inilah Sejumlah Langkah Strategisnya  

Faktor lainnya, imbuh Tri Susilarjo, adanya peningkatan produksi dari beberapa komoditas pertanian, dan harga yang cukup baik saat menjelang lebaran lalu.

Secara rinci, ia menyebutkan produksi padi Januari-Juni 2021 mencapai 6.146.661 ton, setara beras 3.496.614 ton.

“Itu luas panen di kurun waktu tersebut satu juta hektare lebih. Sedangkan kebutuhan konsumsi 1,64 juta ton,” ungkapnya.

Baca Juga :  Unik, di Kota Salatiga Gubernur Ganjar Minta Pasien Covid-19 Isolasi Diminta Nge-vlog Edukatif Berbagi Cerita Bahaya Covid-19

Selain padi, komoditas lain yang mengalami peningkatan produksi, seperti bawang merah 186.109 ton dari 21.970 hektare, bawang putih 10.278 ton dari 1.672 hektare, cabe besar 64.219 ton dari 11.675 hektare, dan cabe rawit 91.979 ton dari 21.017 hektare.

“Produksi bagus itu juga salah satunya upaya yang telah kami lakukan. Selain pendampingan dan bantuan, pupuk subsidi juga mempengaruhi,” tandas Tri Susilarjo.