GROBOGAN.NEWS Kudus

Kebijakan Warga Kudus Tetap di Rumah Saja Diperpanjang, Gubernur Ganjar Kirim 120 Tenaga Medis ke Kudus

Ilustrasi : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat sidak penanganan Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kudus, Senin (31/5/2021). Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Gelombang lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus kian teras menggema.

Kebijakan khusus bagi warga Kudus agar tetap di rumah saja diperpanjang. Program khusus ini guna memutus mata rantai penularan virus corona gagasan Pemkab Kudus awalnya hari Sabtu dan Minggu (5-6/6/2021), diperpanjang tiga hari terhitung mulai Senin (7/6/2021) hingga Rabu (7-9/6/2021).

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 360/13.17/0403/2021 yang dikeluarkan Minggu (6/6/2021). Diharapkan bahwa perpanjangan dilakukan untuk menambah efektifitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dan pengendalian penyebaran virus corona di Kudus.

Secara resmi surat edaran tersebut ditanda tangani oleh Bupati Kudus HM Hartopo, Satgas percepatan penanganan Covid-19 ditingkat desa, kecamatan atau kabupaten serta Satgas Jogo Tonggo agar bisa memantau pelaksanaan kebijakan tersebut di wilayah masing masing.

Gubernur Ganjar Kirim 120 Tenaga Medis

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkomitmen terus mendampingi Pemkab Kudus dalam rangka penanganan lonjakan Covid-19.

Di antaranya melakukan dropping tenaga kesehatan ke Kudus untuk membantu penanganan kasus di sana.

Total sudah ada 120 tenaga kesehatan yang dikirim Ganjar ke Kudus. Terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, analis kesehatan dan tenaga gizi.

“Tambahan nakes sudah kami kirimkan. Data yang sudah masuk, kami kirim 5 dokter paru, 5 dokter penyakit dalam, 38 dokter umum, 60 perawat, 7 tenaga analis kesehatan, 3 apoteker dan 2 tenaga gizi,” kata Ganjar usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 secara daring di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (7/6).

Lebih detail, Ganjar menerangkan, tenaga kesehatan yang dikirim itu tidak hanya bersumber dari Provinsi. Ada dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dari kampus-kampus kesehatan.

“Kami cari semuanya, tidak hanya dari kami tapi dari PPNI, IDI dan beberapa perguruan tinggi. Ada juga yang dari rekrutmen kami. Semuanya kami berdayakan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, selain tenaga kesehatan, pihaknya juga mengirimkan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan ke Kudus. Total ada 33 alat kesehatan seperti ventilator, HFNC, oksigen concentrator serta 60.000 jenis obat-obatan yang dibutuhkan.

“Sudah kami kirimkan ke Kudus, jadi semoga bisa membantu penanganan di sana,” jelasnya.

Disinggung terkait kasus Covid-19 di Kudus, Yulianto mengatakan total kasus Covid-19 di Kudus ada 1.678. Dari total itu, 1238 pasien diisolasi.

“Banyak yang isolasi mandiri di rumah-rumah yang akan kami evakuasi ke tempat isolasi terpusat. Saat ini, sudah ada 92 pasien dari Kudus yang kita bawa ke tempat isolasi terpusat di asrama haji Donohudan,” pungkasnya.Satria