GROBOGAN.NEWS Kudus

Topang Roda Perekonomian, Hartopo Inginkan Tempat Pariwisata Tetap Dibuka saat Libur Lebaran 

Ilustrasi > Bupati Kudus HM Hartopo. ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Sektor pariwisata di Kabupaten Kudus saat libur Lebaran 1442 H diindikasikan akan tetap dibuka.

Hal itu setelah setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana ingin tetap membuka tempat wisata selama libur Lebaran tahun ini.

Bupati Kudus, HM Hartopo secara tegas menyatakan ingin tetap membuka tempat wisata dengan tujuan agar roda perekonomian tetap bergerak.

Pasalnya penutupan tempat wisata berdampak pada sektor ekonomi mikro di antaranya pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku wisata lainnya.

“Keinginan kami ya tetap dibuka (tempat wisata di Kudus tetap dibuka),” terang Hartopo, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Dijelaskan oleh Hartopo lebih detail, kendati demikian, pihaknya tetap menekankan kapasitas jumlah pengunjung tempat wisata dikurangi agar tidak menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Corona Varian India Menghantam Kudus, Kawasan Wisata Sunan Muria dan Sunan Kudus Ditutup

Selain itu setiap pengunjung juga diwajibkan untuk memakai masker sesuai protokol kesehatan (Prokes) yang berjalan di tengah pandemi.

“Tetap ‎harus mematuhi protokol kesehatan, kalau sampai ada kerumunan terpaksa akan saya tutup,” terang dia.

Pihaknya saat ini masih menunggu acuan dari pemerintah pusat terkait pemberlakuan tempat wisata selama libur Lebaran.

“Acuan pusat bagaimana nanti kami lihat dulu, apakah bisa memberikan kebebasan ‎setiap daerah untuk mengambil kebijakan,” ucap Hartopo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan menjelaskan, masih menunggu surat edaran Bupati Kudus terkait dibuka atau ditutupnya tempat wisata.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan Tujuh Hari di Rumah Saja

Namun berdasarkan surat edaran kementerian, obyek wisata masih tetap dibuka dengan kapasitas maksimal 30 persen.

“Petunjuk dari kementerian, tempat wisata tetap boleh‎ buka dengan kapasitas maksimal 30 persen,” ujar dia.

Sehingga pada setiap pintu masuk, harus ada petugas yang menghitung jumlah pengunjung yang masuk. Ketika pengunjung yang masuk sudah sesuai ketentuannya, maka pengunjung yang lainnya diminta untuk mengantre.

“Ada Satgas yang menghitung dan berjaga di depan pintu masuk,” ucapnya.

Pihaknya justru mengantisipasi lonjakan pengunjung terhadap tempat wisata yang dikelola swasta. Maka Bergas juga akan menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap tempat wisata yang dikelola swasta.

Baca Juga :  Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Gubernur Ganjar Terus Beri Perhatian Khusus

“Kalau tempat wisata yang dikelola swasta ‎kemungkinan ramai, kami juga terus mengingatkan mereka terhadap Prokes,” jelas dia.

Kendati begitu, Bergas tidak khawatir pengunjung wisatawan di Kudus bakal membeludak karena sudah ada larangan untuk mudik. Terutama untuk tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah (pemda) yakni Taman Ria Colo, Taman Krida dan Museum Kretek.

“Jika tempat wisata milik Pemda,  kami tidak terlalu khawatir, dapat‎ pengunjung 10 persen saja sudah bagus,” imbuh dia. Nor Ahmad