GROBOGAN.NEWS Semarang

Pengawasan Standar Keamanan Objek Wisata Diperketat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ist

SEMARANG, GROBOGAN.NEWSPemerintah Provinsi Jawa Tengah mengantisipasi lonjakan wisatawan setelah berakhirnya pemberlakuan larangan mudik pada Senin (17/5) lalu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperkirakan, dengan adanya pencabutan larangan ini masyarakat kembali bebas berpergian, baik untuk mudik maupun berwisata.

“Artinya, akan ada mudik setelah tanggal 17 Mei,” ucap Ganjar usai rapat penanganan Covid-19 di kantornya, belum lama ini.

Baca Juga :  Info Penting !! Kota Salatiga Zona Merah, Inilah Berbagai Aturan dan Kebijakan Terbaru yang Wajib Dipatuhi

Guna mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan keselamatan seperti yang terjadi di Waduk Kedung Ombo, Ganjar telah mengupayakan beberapa langkah antisipasi.

“Kita review (tinjau) tempat wisata yang kemungkinan Sabtu (22/5)-Minggu (23/5) besok masih akan ramai. Sudah kita minta untuk dicek semuanya, agar tidak hanya wahana air (tetapi) juga wahana permainan (lainnya), agar sisi keselamatannya terjaga,” ungkap Ganjar.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Melonjak, Pemkab Semarang Fokus Siapkan Penambahan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Guna mendukung upaya pengetatan standar keamanan itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmad mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan para pengelola objek wisata terutama desa wisata.

“Pengetatan itu menyangkut Standard Operating Procedure (SOP), termasuk di antaranya operator peralatan, kelaikan sarana dan prasarana, dan sarana penunjang keselamatan bagi pengunjung (safety first),” kata dia.

Baca Juga :  16 Pegawai PN Semarang Kena Corona, Tiga Taman di Kota Semarang Ditutup Sementara

Jika itu tidak dipenuhi, maka pihaknya secara tegas akan menutup tempat wisata tersebut. Sinoeng mengatakan, pihaknya juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk melakukan kurasi dan menerapkan verifikasi pada wahana-wahana permainan wisata air seperti waduk, dan sejenisnya.

“Anda (pengelola objek wisata) sudah diverifikasi? Anda layak operasi? Kalau belum, kami tidak bisa memberikan rekomendasi,” ujar Sinoeng. Arya