GROBOGAN.NEWS Kudus

Meski Pelaksanaan Pembelajaran Via Daring, Hartopo Minta Sekolah Tak Mudah Naikan atau Luluskan Siswa

Ilustrasi > Bupati Kudus HM Hartopo. ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Para guru diminta selalu memperhatikan dan memantau secara maksimal aktivitas pembelajaran muridnya. Sehingga tetap terjaga kualitas anak didik meskipun dalam suasana pembelajaran virtual.

Hal itu ditegaskan Bupati Kudus HM Hartopo saat Penyerahan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS), di Pringgitan Pendapa Kudus, Jumat (7/5/2021). Menurutnya, meski pembelajaran diselenggarakan secara daring, tidak berarti guru asal menaikkan atau meluluskan siswanya begitu saja.

“Jangan asal dinaikkan atau diluluskan tanpa memperhatikan kualitas anak didik kita. Takutnya, malah akan menjadikan pembodohan anak bangsa. Sekali lagi, mohon dipantau dan diberikan dukungan agar kualitas individu anak kita tetap terjaga meskipun dalam pembelajaran daring akibat situasi pandemi,” pesannya.

Baca Juga :  Terkena Operasi Penyekatan, Sejumlah Pengendara Asal Kudus Terdeteksi Terpapar Covid-19

Ditambahkan, sebanyak 2.593 orang guru swasta di Kabupaten Kudus menerima TKGS. Hartopo mengapresiasi para guru yang telah ikut memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Kudus.

Sebab, salah satu indikator kunci kesuksesan pembangunan daerah adalah dalam dunia pendidikan. Jika dunia pendidikan suatu daerah maju, maka otomatis daerah tersebut juga maju.

Baca Juga :  Dua Terduga Pelaku Pembunuhan dengan Korban Seorang Anak Jalanan di Kudus Diringkus

“Pendidikan yang bapak ibu berikan pada anak-anak kita, akan menjadi bekal mereka menuju masa depan yang cemerlang, menjadi generasi pemimpin yang hebat di masa depan,” ujar bupati.

Pada kesempatan itu, Hartopo meminta maaf terkait bantuan yang terlambat diterima oleh tenaga pendidik. Pihaknya tidak bermaksud memperlambat proses pencairan bantuan tersebut.

Baca Juga :  Penularan Covid-19 Varian Delta di Kudus Terdeteksi Bertambah Jadi 62 Kasus

“Kami mohon maaf atas keterlambatan penerimaan bantuan. Harap dimaklumi, setiap ada pemberian bantuan, tentunya melalui tim verifikasi dulu, karena tidak selalu sama jumlah penerima bantuan periode kemarin, hari ini, ataupun yang akan datang,” ungkapnya.

Disampaikan, permasalahan tersebut kemungkinan terjadi karena ada yang meninggal, ada yang diterima CPNS, dan faktor lainya. Karenanya, dibutuhkan verifikasi dalam pencairan bantuan yang tersebut. Nor Ahmad