GROBOGAN.NEWS Solo

Cincin Kawin Ini Manjing di Jari Manis Warga Sragen, Bikin Jarinya Membengkak. Terpaksa Dipotong Pakai Gerinda!

Tim Damkar Satpol PP Sragen saat melakukan evakuasi pelepasan cincin kawin di jari warga Nglorog yang membengkak / Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Cincin kawin milik Rahmat (30) warga asal Kampung Bagan RT 1/1, Nglorog, Sragen Wetan, Sragen ini bukannya membawa bahagia. Namun malah mendatangkan kesakitan dan petaka.

Bagaimana tidak, cincin kawin di jari manis tangan kanannya itu mendadak tak bisa dilepas. Bahkan, jarinya malah mengalami pembengkakan.

Kisah tragis Rahmat itu terungkap ketika ia mendatangi markas Damkar Satpol PP Sragen, beberapa hari lalu. Ia datang pukul 16.30 WIB sembari menahan sakit.

Kasi Damkar Satpol PP Sragen, Anton Sujarwo mengatakan saat datang, kondisi jari yang bersangkutan memang sudah membengkak. Dari pengakuan, sudah seminggu jarinya membengkak akibat cincin kawin yang dipakainya.

Baca Juga :  Inilah Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Kota Solo yang Jadi Prioritas Wali Kota Gibran

Meski sudah berupaya dilepas sendiri, cincin berbentuk ring itu tetap tak bisa dilepaskan.

“Akhirnya yang bersangkutan datang ke Mako Damkar untuk meminta bantuan tim guna melepaskan cincin nikah di jarinya. Saat datang kondisi jari memang bengkak sehingga tidak bisa dilepas,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (5/5/2021).

Sempat dilakukan penanganan dengan media benang yang dilumuri sabun. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Cincin tetap manjing dan gagal dilepas karena terhalang kondisi pembengkakan di bagian ujung jari. Bahan cincin yang terlalu tebal juga menjadi kendala sehingga tak bisa dilakukan dengan teknis biasa.

Baca Juga :  Airlangga: Tingkat Kebermanfaatan Capai 91%, Program Pra Kerja Semester II 2021 Segera Dibuka

“Akhirnya tim tidak mau ambil risiko dan evakuasi pelepasan terpaksa dilakukan dengan cara dipotong dengan alat gerinda. Dengan hati-hati, cincin akhirnya bisa dipotong dan dilepaskan dari jari,” tutur Anton.

Ia menyebutkan proses pelepasan memakan waktu sekitar 30 menit. Meski kondisi sudah bengkak, pelepasan bisa dilakukan dengan hati-hati sehingga tidak melukai jari korban.

Perihal pemicu pembengkakan, Anton menyebut tidak diketahui secara detail. Hanya saja, kasus cincin manjing itu dimungkinkan terjadi karena cincin sudah terlalu lama dipakai atau ukuran cincin yang sudah terlalu kecil.

Baca Juga :  Klaster Kudus di Miri Sragen Berlanjut. Muncul 14 Kasus Baru Positif Covid-19 di Beberapa Desa

Ditambahkan, proses evakuasi cincin itu merupakan bagian dari tugas penyelamatan kegawatdaruratan yang dijalankan oleh personel Damkar.

Selain pemadaman kebakaran, selama ini timnya juga sering menjalankan fungsi penyelamatan di masyarakat.

Seperti mengeluarkan ular dari motor, melepas cincin dari jari yang kondisi sulit, melepas anting hingga membantu penyelamatan kucing dan sapi masuk dalam sumur dan beberapa lainnya. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/05/tragis-warga-sragen-ini-seminggu-dipaksa-kesakitan-gara-gara-cincin-kawin-terpaksa-harus-dipotong-pakai-gerinda/