GROBOGAN.NEWS Solo

Setelah Ditracing, Jumlah Reaktif dari Klaster Tarawih di Sragen Kian Meluas

Ilustrasi Covid-19. Foto : Istimewa

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Berawal dari kegiatan tarawih di bulan Ramadan, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen sempat heboh, karena penyebaran Covid-19 dari klaster itu makin meluas.

Setelah 12 orang dinyatakan  positif Covid-19, jumlah warga kontak erat dan dinyatakan reaktif terus mengalami penambahan.

Sementara itu, hasil tracing dan tes terbaru hari  Rabu (5/5/2021) menunjukkan ada 24 warga yang dites dan 6 orang menunjukkan reaktif.

Baca Juga :  Lonjakan Kasus di Sragen Tinggi, Bed untuk Pasien Covid-19 di ICU Tinggal Satu

Demikian  disampaikan Kepala dinas kesehatan kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan dari kasus klaster tarawih di Sambirejo itu, timnya kembali melakukan tracking dan swab hari ini.

Tracing lanjutan dilakukan untuk menelusuri warga sekitar yang kontak erat terhadap imam maupun guru ngaji TPA yang sudah positif sebelumnya.

Baca Juga :  Bertambah 116 Warga Positif Covid-19 di Sragen,  Korban Meninggal 3 Orang Sehari

“Hari ini ada 24 orang yang dinyatakan kontak erat dan sudah kita tes swab antigen. Hasilnya enam orang reaktif,” paparnya.

Hargiyanto menguraikan dari enam orang yang reaktif, langsung dilakukan swab PCR.

Baca Juga :  Lonjakan Tertinggi! Sehari di Sragen Ada Tambahan 150 Kasus Baru Covid-19

Diperkirakan hasilnya baru akan keluar esok hari. Selain melakukan tes terhadap 24 warga, DKK juga berencana akan melakukan tes lanjutan ke anak-anak yang sempat mengaji di TPA setempat.

Direncanakan anak-anak TPA ini akan menjalani swab antigen Kamis (6/5/2021) besok. Wardoyo