GROBOGAN.NEWS Solo

Guru Ngaji Asal Ngrampal Sragen Ini Cabuli 2 Anak Didiknya, Lantaran Tak Kuat Menahan Birahi

Tersangka oknum guru ngaji asal Ngrampal yang dibekuk karena mencabuli bocah di Musala / Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Guru ngaji yang satu ini tentunya tak patut dijadikan teladan. Pasalnya, ia justru tega berbuat cabul terhadap anak-anak didiknya di musala, tempat suci yang mestinya untuk mengajarkan nilai-nilai agama.

Guru ngaji muda tersebut bernama Heru Arif Perdana alias Bustomi (20). Pemuda berbadan gempal asal Kampar, Riau itu diringkus polisi dan kini diamankan di Mapolres Sragen.

Aksi bejat itu dilakukan tersangka yang sebenarnya masih berstatus mahasiswa. Ia selama ini menumpang di rumah neneknya di Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Mahasiswa jurusan agama itu kemudian sehari-harinya mengajar mengaji hingga tidur di musala setempat. Aksi itu terbongkar saat digelar konferensi pers di Mapolres, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga :  Said-Wahyu Resmi Dilantik Bupati dan Wakil Bupati Boyolali

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, saat memimpin pers rilis pelaku memperdaya dua anak perempuan di sekitar lingkungan musala yang masih berumur 6 dan 7 tahun.

Aksi pencabulan terjadi beberapa waktu lalu. Bermula ketika korban tengah melintas di depan musala. Melihat kedua bocah itu, pelaku naik birahi.

Kemudian ia memanggil kedua korban masuk ke musala. Korban yang masih polos, menurut saja.

Sesampai di dalam, pelaku kemudian menggerayangi kedua bocah itu hingga mencapai klimaks. Korban sempat berontak ketika dipaksa melakukan oral.

Baca Juga :  Perampok Minimarket di Sragen Ini  Memberondong dengan  Tembakan, Bikin Karyawan  Kalang Kabut

“Lokasi di dalam musala di Desa Ngarum Ngrampal. Modusnya dibujuk, kemudian korban diminta untuk melakukan onani kepada tersangka dan juga diraba-raba payudaranya. Tersangka bahkan sempat meminta korban untuk menjilat kemaluannya namun ditolak oleh kedua korban,” papar Kapolres.

Usai melakukan pencabulan tersebut, pelaku kemudian mengancam para korbannya untuk tidak menceritakan perlakuannya kepada para korban. Aksi pelaku baru terungkap ketika korban akhirnya melapor kepada orang tuanya.

“Karena anak-anak ini sangat mudah ditakut-takuti karena memang awalnya para korban tidak berani untuk menyampaikan perbuatan tersangka. Terbongkar karena korban akhirnya bercerita kepada orang tuanya,” paparnya.

Baca Juga :  Kasus Pencabulan Siswi SD oleh Oknum Pendekar Silat, Pelaku Sempat Buang Celana Dalam Korban

Ardi mengaku akan menangani kasus ini secara serius dan maksimal. Pihaknya juga masih mendalami adanya korban lain.

 

Untuk sementara, korban terdeteksi ada dua orang. Namun tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang mengalami perlakuan serupa.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku saat ini mendekam di tahanan Mapolres Sragen. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76E UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di  https://joglosemarnews.com/2021/02/miris-guru-ngaji-muda-asal-ngrampal-sragen-tega-cabuli-2-bocah-berbarengan-di-musala-korban-diancam-dan-sempat-dipaksa-oral/