GROBOGAN.NEWS Semarang

DPRD Jateng Minta BKK Jateng Cabang Salatiga Dinilai Perlu Tingkatkan Pelayanan

Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro, saat memimpin rombongannya ke Kantor Cabang Salatiga PT BKK Jateng (perseroda), Kamis (27/5). Ist

SALATIGA, GROBOGAN.NEWS-Meski angka non-performing loans (NPL/ kredit macet) di Kantor Cabang Salatiga PT BKK Jateng (perseroda) masih cukup rendah, namun Dewan tetap meminta pelayanan terhadap nasabah masih perlu ditingkatkan.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro, saat memimpin rombongannya ke Kantor Cabang Salatiga PT BKK Jateng (perseroda), Kamis (27/5).

Saat berdiskusi dengan Dirut PT BKK Jateng (perseroda) Koesnanto bersama jajaran manajemen PT BKK Jateng Cabang Salatiga, Sriyanto juga mengatakan perlu adanya terobosan dalam peningkatan pelayanan tersebut. “Kami juga berharap ada peningkatan kinerja keuangan ke depannya,” kata Politikus Gerindra itu.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Melonjak, Pemkab Semarang Fokus Siapkan Penambahan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Senada, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Padmasari Mestikajati menyarankan agar BKK Jateng bisa memanfaatkan teknologi dalam hal pelayanan nasabah. Ia mencontohkan BKK Jateng bisa membangun sistem teknologi informasi berupa digital banking sehingga memudahkan nasabah saat mengaksesnya.

“Kalau memungkinkan, BKK bisa menerapkan digital banking, mengingat pangsa pasar BKK yang cukup luas di daerah,” ujar legislator dari Fraksi Golkar itu.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Budiyono meminta agar semua kantor cabang BKK Jateng dapat fokus pada pangsa pasar atau segmentasi nasabahnya. Ia menilai pangsa pasar BKK berbeda dengan Bank Jateng.

“Harus lebih fokus pada pangsa pasarnya. Bedakan dengan pangsanya Bank Jateng. Soal NPL cukup baik karena sekarang sudah dibawah 5 persen. Hanya saja marketingnya memang masih lemah,” ucap Politikus PKB itu.

Baca Juga :  Ada Aktivis Lingkungan dan Kepala Daerah Positif Covid-19, Gubernur Ganjar Merasa Sedih

Mendengar hal itu, Koesnanto selama ini pihaknya telah berupaya meningkatkan kinerja marketing agar aset keuangan dapat meningkat. Salah satu upaya tersebut seperti kerjasama dengan sejumlah perusahaan dalam hal payroll.

“Memang, kami masih lemah dari sisi marketing. Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan teknologi pada 2021 ini bisa mempercepat layanan. Diakui pula, kami butuh dukungan politik dari DPRD dalam peningkatan kinerja tersebut,” kata Koesnanto.

 

Data PT BKK Jateng (perseroda) menyebutkan, total jumlah aset keuangan dari semua kantor cabang pada 2019 sekitar Rp 2,35 miliar, pada 2020 sekitar Rp 2,32 miliar, dan proyeksi hingga akhir 2021 dapat mencapai sekitar Rp 2,46 miliar. Untuk angka NPL pada 2019 sebesar 10,80%, pada 2020 sebesar 13,11%, dan proyeksi 2021 sebesar 8,57%.

Baca Juga :  Unik, di Kota Salatiga Gubernur Ganjar Minta Pasien Covid-19 Isolasi Diminta Nge-vlog Edukatif Berbagi Cerita Bahaya Covid-19

Untuk capaian Kantor BKK Jateng Cabang Salatiga, jumlah aset keuangan hingga April 2020 sekitar Rp 32,47 miliar dan April 2021 sekitar Rp 29,03 miliar (year on year). Untuk angka NPL, pada April 2020 sebesar 11,07% dan 4,76% pada April 2021 (year on year). RIS