GROBOGAN.NEWS Semarang

Sektor Produktif Jadi Prioritas Pengelolaan Wakaf

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menjadi narasumber Webinar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (29/4/2021). Ist

SEMARANG,  GROBOGAN.NEWS-Potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, masih memiliki kemungkinan besar untuk dikembangkan, khususnya pada sektor ekonomi syariah.  Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menjadi narasumber Webinar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (29/4/2021).

Taj Yasin menyebutkan, beberapa sektor ekonomi syariah yang dimaksud antara lain masjid, pesantren, zakat, wakaf, serta produk-produk bersertifikasi halal mulai dari wisata, farmasi, kosmetik, makanan, maupun fashion.

Baca Juga :  Update Perahu Wisatawan Terbalik di WKO Kemusu Boyolali, Diduga Para Penumpang Tak Pakai Pelampung!

Taj Yasin menyoroti pengelolaan wakaf di Jawa Tengah, yang saat ini belum mengarah ke sektor produktif.

“Wakaf dapat didorong untuk sektor produktif. Ini belum banyak di Jateng. Masih banyak wakaf (untuk) yang nonproduktif. Sehingga, wakaf tersebut masih banyak yang mangkrak. Ini ingin kita dorong sebagai wakaf yang produktif,” ungkapnya.

Selain wakaf, masjid menjadi sektor yang menarik untuk digarap karena pengelolaan masjid yang baik dapat membantu pergerakan ekonomi. Masjid Agung Jawa Tengah contohnya, berkat pengelolaan yang baik kini tempat ibadah itu bisa memiliki fasilitas food court.

Baca Juga :  Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Terus Digencarkan

“Kalau seandainya dari angka 45 ribu lebih masjid di Jateng, taruhlah berapa persen saja yang  menggelorakan roda perekonomian Jateng, saya yakin itu akan mendongkrak ekonomi syariah di Jateng,” kata dia.

Taj Yasin menambahkan bahwa sebenarnya ibadah haji juga merupakan sektor yang potensial. Ia mengacu pada data jumlah pendaftar haji tahun 2020 yang mencapai 47.385 orang. Jumlah ini meliputi 46.786 orang pendaftar haji reguler dan 599 orang untuk haji khusus.

Baca Juga :  Mulai Dibuka, Kawasan Wisata Candi Borobudur Diserbu Wisatawan, Kedisiplinan Protokol Kesehatan Jadi Prioritas

“Ketika kita bicara haji, potensinya sangat besar. Tapi saat ini kondisinya belum ada kepastian (akibat pandemi Covid-19),” tuturnya di Rumah Dinas Rinjani.

Sektor lain yang memungkinkan adalah wisata halal, terlebih, Jawa Tengah sudah pernah mendapat penghargaan Indonesia Muslim Travel  Index (IMTI)  2019  sebagai Destinasi Wisata  Halal Unggulan. Pengelolaan wisata halal yang lebih baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah. Satria