Moeldoko Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Demokrat Lewat Kongres Luar Biasa, AHY: Ketua Umum Abal-abal

Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Instagram/agusyudhoyono
  • Bagikan

JAKARTA, GROBOGAN.NEWS – Kongres Luas Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021) menunjuk Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai ketua umum.

Namun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres V Partai Demokrat pada 14 Maret 2020 lalu, menyebut bahwa KLB di Sumut adalah ilegal. Karenanya, penunjukkan Moeldoko sebagai ketua umum menjadi tidak sah.

Baca Juga :  Novel Baswedan Laporkan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli ke Dewas KPK Terkait Pelanggaran Kode Etik

AHY juga menyebut, kesediaan Moeldoko menerima jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut telah membuktikan bahwa kepala staf kepresidenan itu sejak awal terlibat dalam upaya pengambilalihan secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

“Jadi, sekali lagi saya mengatakan, apa yang disampaikannya ia mungkiri sendiri melalui kesediaannya menjadi ketua umum Partai Demokrat abal-abal versi KLB ilegal,” ujar AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3).

Baca Juga :  Gempa Bumi Guncang Bali, Tiga Orang Tewas dan 269 Rumah Rusak

Ia menyayangkan sikap Moeldoko, yang sebelumnya menampik bahwa yang bersangkutan terlibat dalam penyelenggaraan KLB yang dinilainya ilegal. Padahal, pengurus Partai Demokrat telah menemukan bukti kuat keterlibatannya

“Maka, artinya memang sejak awal motif dan keterlibatan KSP Moeldoko tidak berubah, yaitu ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demorkat yang sah dengan cara-cara inkonstitusional,” kata AHY.

Baca Juga :  Kisah Menyedihkan, Sutrisno Perantau Asal Jateng Tewas Hangus Terbakar di Kos-Kosan. Mayatnya Sambil Peluk Kado Ulang Tahun Anaknya

Sikap yang ditunjukkan oleh Moeldoko, kata AHY, tak mencerminkan sosok kesatria dan tidak patut ditiru. Padahal, Moeldoko merupakan pejabat pemerintahan yang membantu kerja pemerintahan Joko Widodo.

“Kini, saya mempersilakan kepada masyarakat Indonesia yang sangat saya cintai dan muliakan, untuk menilai sendiri sikap dan perilaku tersebut. Bagi kami itu bukan sikap yang kesatria,” ujar AHY.

  • Bagikan