GROBOGAN.NEWS Kudus

Tahapan Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Jepara Capai 71,7 Persen

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko saat rapat Satgas penanganan Covid-19, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah secara virtual di ruang kerja bupati, Senin (1/2) kemarin. Istimewa

JEPARA, GROBOGAN.NEWS-Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Jepara mencapai 71,7 persen Sabtu (30/1) lalu.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko saat rapat Satgas penanganan Covid-19, bersama dengan Gubernur Jawa Tengah secara virtual di ruang kerja bupati, Senin (1/2) kemarin.

Menurutnya, walaupun angka tersebut dipastikan akan bertambah, namun tidak bisa mencapai 100 persen, karena sejumlah tenaga kesehatan di Jepara tidak memenuhi syarat.

Baca Juga :  Penemuan Jenglot di Makam Keramat di Kudus Gemparkan Warga dan Netizen

“Ada yang komorbid dan masih menunggu, dan juga nakes yang pernah terkonfirmasi Covid (penyintas),” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Mudrikatun menyampaikan, vaksin yang diterima Kabupaten Jepara sebanyak 8.840 dosis untuk 4.420 orang. Penyuntikan dilakukan dua kali dengan interval waktu 14 hari dari hari pertama di vaksin.

Sasaran nakes yang sudah divaksin, lanjutnya, sebanyak 2.900 orang. Sedangkan jumlah nakes yang belum divaksin (eksklusi) sebanyak 577 orang, yakni nakes ditunda karena komorbid sebanyak 229 orang, dan belum hadir 322 orang.

Baca Juga :  Meski Digelar Virtual, Peserta Diklatsar Wajib Bertanggungjawab

Selain masalah vaksinasi, juga dilaporkan kepada gubernur terkait tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19 dan tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit.

“Untuk tempat tidur ICU Covid hingga akhir Januari ada 15 kamar, sedangkan jumlah tempat tidur isolasi ada 133 kamar,” kata Mudrikatun.

Baca Juga :  Tabrak Dump Truk, Pengendara Sepeda Motor Asal Kota Semarang Meninggal Dunia di Kudus

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, Pemkab Jepara melakukan percepatan penanganan Covid-19. Termasuk untuk tidak ragu dalam melakukan penindakan. Terkait dengan vaksinasi, yang sudah bagus untuk tetap dijaga.

“Segera selesaikan vaksinasi kedua di tahap pertama, untuk pelayan kesehatan,” kata Ganjar. Nor Ahmad