GROBOGAN.NEWS Solo

Portal Siboto Kalijambe Dibuka, Ini Wujud Syukuran Unik Ala Warga Setempat

Warga Kampung Siboto Kalijambe Sragen rame-rame cukur gundul sebagai ujub syukur atas dibukanya portal penutup jalan , Kamis (18/2/2021). Foto kolase/Wardoyo
IMG 20210218 230211 copy 1024x860 1
Warga Kampung Siboto Kalijambe Sragen rame-rame cukur gundul sebagai ujub syukur atas dibukanya portal penutup jalan , Kamis (18/2/2021). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Warga Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe merasa gembira. Pasalnya, portal penutup jalan di perlintasan kereta api menunju kampung Siboto, desa tersebut telab dibuka lagi, Kamis (18/2/2021).

Sujud syukur dan ungkapan suka cita dipanjatkan warga setelah dua bulan lebih akses mereka terbelenggu oleh portal.

Sebagian warga tak kuasa menitikkan air mata saking senangnya mereka bisa kembali merasakan akses menikmati dunia luar.

Portal itu dibuka setelah dibongkar ramai-ramai oleh warga disaksikan Bupati Sragen dan Sekda, Kamis (18/2/2021).

Tak hanya sujud syukur, ungkapan bahagia warga juga ditunjukkan dengan aksi cukur gundul massal.

Tercatat ada 17 warga kampung setempat yang rela menghabiskan rambut di kepala mereka di tangan tukang cukur.

Bahkan dua orang tukang cukur langsung diundang untuk memangkas habis rambut mereka. Menariknya gak hanya yang usia muda, yang sudah kakek-kakek pun rela menyerahkan rambutnya untuk dipangkas total hingga tak tersisa.

Baca Juga :  Dua Pasien Covid-19 di Sragen Meninggal, Total Menjadi 299 Korban

Tujuh belas warga yang rela cukur plontos itu masing-masing Faisal akbar (35), Pak Agus Yulianto (55), Syamsyul Bachri Mantan RT (50), Hilal ahmad (40), Rushudi Wibowo (55), Mudzakir (56), Sodik antok (48).

Lalu Pariman (38), Nursahid (42), Fahjrudin ari (40), Pak Martono (60), Kusairi (58), Pak Udin F (55), Andip H (38), Fatkul Aziz (40), Toyib Rosyidi (56), Andi Cahyono (42).

Zain (31) salah satu pemuda Kampung Siboto menyampaikan bahwa aksi sujud syukur dan cukur gundul itu sebagai bentuk kemenangan dan suara rakyat kecil Siboto yang akhirnya didengar pihak terkait.

“Sujud syukur Mas. Hati kami sekarang lega dan bahagia. Terima kasih untuk Bupati Sragen Bu Yuni sudah membuka portal. Semoga menjadi akses warga dan tidak muter lagi. Sekali lagi, terimakasih Bu Yuni, kami matur nuwun,” paparnya.

Terpisah, Udin Fatkhurrahman (50) salah satu tokoh masyarakat Kampung Siboto juga menyampaikan rasa syukur pada bupati dan sekda Sragen yang telah merespon dan membantu memperjuangkan pembukaan porrtal ke Dirjen Kemenhub.

Baca Juga :  Alap-alap Tabung Gas Melon Ini Bikin Jengkel Warga Sragen, Akhirnya Berhasil Diringkus Polisi

“Yang pertama, warga sangat bersyukur terimakasih atas respon baik Bu Bupati Sragen dan Pak Sekda. Karena beliau yang betul-betul berperan aktif dan masyarakat ini betul-betul tertolong,” ujarnya.

Udin juga membeberkan ke depan warga siap memegang komitmen untuk melakukan penjagaan swadaya oleh warga.

“Sesuai tadi surat pernyataan yang kami buat maka kami akan menjaga full 24 jam dengan 3 orang penjaga dengan 3 shift penjagaan.

Semua betul-betul sudah kami training dan sudah kita latih untuk disiplin menjaga palang pintu.

Itu nanti di gaji dengan uang swadaya masyarakat dari 6 RT dan para donatur, gaji perorang selama satu bulan Rp 1.200.000,” bebernya.

Pihaknya juga siap untuk terus berkomunikasi dengan pihak PT KAI untuk meminta informasi jadwal kereta api yang hendak melintas.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku secara legal formal Ditjen Perkeretapian Kemenhub memang tidak mengizinkan pembukaan portal secara legal formal.

Baca Juga :  24.100 Warga Sragen Menjadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Namun pembukaan portal ini dilakukan dengan mendasarkan permintaan seluruh warga dan pentingnya keberadaan akses itu bagi mobilitas warga.

Sebelumnya Pemkab telah berupaya untuk berkomunikasi duduk bersama agar permintaan warga membukakan portal dilaksanakan namun tidak diizinkan.

“Tapi karena ini jalan vital masyarakat, banyak yang kesulitan atas dasar permintaan masyarakat sebagai kepala daerah memutuskan masyarakat membuka pintu ini dengan catatan ini harus dijaga 24 jam. Sehingga kalau ada yang lewat bisa mengingatkan. Lintasan ini 2/3 kereta lewat lebih banyak di atas pukul 21.00 malam. Saat ini prosentase terbesar kecelakaan adalah di waktu malam. Saya minta kesanggupan warga. Soal anggaran jaga menjadi tanggung jawab desa dan tokoh masyarakat desa. Apabila terjadi kembali kecelakaan atau apapun itu saya sendiri yang akan menutup jalan ini,” tegas Yuni. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/02/portal-siboto-kalijambe-dibuka-penampilan-17-warga-ini-mendadak-langsung-bikin-pangling-dari-pak-agus-sampai-pak-toyib-semua-ganti-penampilan-baru/