Kasus Pencabulan Siswi SD oleh Oknum Pendekar Silat, Pelaku Sempat Buang Celana Dalam Korban

Ilustrasi korban pelecehan
  • Bagikan

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Salah satu fakta yang terungkap dalam kasus perkosaan siswi SD di Kecamatan Sukodono Sragen oleh oknum pendekar salah satu perguruan silat, bahwa pelaku yang berinisial S (38) sempat membuang celana dalam milik korban.

Diketahui, aksi bejat yang dilakukan pelaku terhadap korban, W (9) itu terjadi di sebuah rumah kosong di kampungnya pada Selasa, (10/10/2020) lalu.

Sempat dimediasi, S sempat mengelak dan tak mau mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Pelajar SMP di Sragen Ini Meninggal Tertimpa Pohon Kersen

Hal itu yang membuat orangtua korban kesal. Padahal hasil visum sudah menunjukkan W kehilangan kegadisan akibat perbuatan pelaku.

DS orangtua korban menceritakan perbuatan durjana tetangganya itu bermula ketika putrinya, W sedang bermain bersama teman-temannya kemudian dipanggil oleh pelaku.

Setelah bersama korban, S mengajak W ke sebuah rumah. Sebelum melakukan aksi bejatnya, S mempertontonkan sebuah video porno kepada W dan pelaku kemudian memperkosa korban sembari menonton video.

Baca Juga :  Kondisi Sragen Kian Membaik, Hanya Ada Tambahan 3 Kasus Positif Covid-19. Lokasi Isolasi Sudah Kosong

Keterangan itu disampaikan DS (34) ayah dari W saat ditemui wartawan di depan Mapolres Sragen.

DS juga mengatakan anaknya saat itu tidak bisa melawan karena diancam pelaku

“Anak saya tidak bisa teriak karena tangannya diangkat di atas kepala, ulu hatinya ditekan kuat. Anak saya diancam akan dipukul jika bercerita kepada orang,” papar DS, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga :  Kecelakaan Minibus Pembawa Peziarah di Matesih, Lima Penumpang Alami Luka Serius

Usai kejadian itu, celana dalam korban sengaja dibuang oleh pelaku ke dalam kakus. Ketika pulang tanpa celana dalam, orang tua korban merasa curiga namun W tidak menjawab karena ingat ancaman pelaku.

Selang beberapa hari, W tiba-tiba sakit demam dan panas tinggi. Oleh orangtua, W dibawa ke puskesmas.

  • Bagikan