GROBOGAN.NEWS Kudus

Gus Yasin Usulkan Penanganan Banjir di Kudus Maksimalkan Penggunaan Pompa Portabel

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai mengecek kondisi banjir,  di Desa Jetis Kapuan dan Karangrowo, Rabu (10/2) kemarin. Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, sudah berlangsung sepekan. Dalam kunjungannya. Lamanya banjir karena pengaliran ke Sungai Wulan belum maksimal.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai mengecek kondisi banjir,  di Desa Jetis Kapuan dan Karangrowo, Rabu (10/2) kemarin.

Mengatasi hal itu, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin memberikan solusi untuk menggunakan pompa portabel dalam mengatasi banjir di Kabupaten Kudus.

Baca Juga :  Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Gubernur Ganjar Terus Beri Perhatian Khusus

“Ini debitnya masih tinggi karena masih hujan. Kalau kita menunggu aliran normal, maka itu akan lama. Sehingga tadi saya komunikasikan ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana), coba deh kalau ada pompa (portabel) dikirim di sini,” tuturnya didampingi Plt Bupati Kudus Hartopo.

Lebih lanjut, Gus Yasin mengatakan pompa yang diminta bukan berarti membeli pompa baru. Untuk kondisi yang darurat seperti ini, dia menyarankan untuk meminjam pompa portabel ke BBWS.

Baca Juga :  Inilah Kondisi Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Ribuan Warga Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

“Pemerintah tidak bisa langsung pengadaan. Kita ada tahapan, ada penganggaran. Untuk saat ini, mungkin pinjam saja,” kata Wagub.

Setelah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengupayakan normalisasi Sungai Wulan, untuk penanganan jangka panjang. Ia juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Karena untuk penanganan sungai menjadi kewenangan daerah, provinsi, dan pusat.

“Kita sudah komunikasi dengan BBWS dan Kementerian PUPR (dalam Musrenbang), ada penganggaran multi years sampai tiga tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Corona Varian India Menghantam Kudus, Kawasan Wisata Sunan Muria dan Sunan Kudus Ditutup

Sebelumnya, pada Rabu (10/2/2021) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengusulkan hal serupa kala mengecek sejumlah titik banjir di Semarang. Ia menerangkan, dalam curah hujan yang ekstrem ini penanganan banjir tidak bisa dilakukan seperti biasa.

“Saya minta semua pompa on semua. mumpung tidak hujan, saya minta segera dilakukan percepatan-percepatan,” ucap Ganjar. Satria