GROBOGAN.NEWS Solo

Di Sragen, PPKM Berjalan Efektif, Mampu Turunkan Status dari Merah ke Oranye

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat membagikan masker dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Rabu (16/12/2020). Foto: Wardoyo

SRAGEN, GROBOGAN.NEWS – Jika dalam skop nasional kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diakui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang efektif, hal itu sedikit berbeda dengan kondisi di Kabupaten Sragen.

Dalam evaluasinya, Pemkab Sragen menyampaikan bahwa pelaksanaan PPKM telah berjalan relatif efektif.

Di Sragen, pembatasan yang berjalan selama dua  tahap itu sudah mampu menurunkan angka kasus dan status zona covid-19 ke oranye.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengikuti rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui saluran zoom meeting bersama jajaran Forkopimda Sragen, Senin (1/2/2021).

Baca Juga :  Sebanyak 13 Terduga Teroris Diringkus Tim Densus 88 Antiteror di Riau

Yuni mengatakan, hasil evaluasi di awal PPKM di Jawa Tengah memang terjadi peningkatan di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar.

Namun selanjutnya, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen perlahan menurun seiring berjalannya PPKM.

Menurutnya, pemberlakun PPKM sangat berdampak menurunkan laju angka kasus covid-19 di Bumi Sukowati.

Hal itu ditandai dengan perubahan zona dari zona merah menjadi zona oranye sejak PPKM diterapkan.

“PPKM di Sragen berdampak dan memang bisa menurunkan angka kasus Covid-19. Apalagi di Sragen konsisten dan komitmen sehingga segala bentuk hajatan. Keramaian dan sebagainya memang satgas Covid-19 tingkat desa, jogo tonggo, camat semuanya setiap hari patroli untuk penegakan PPKM,” paparnya.

Baca Juga :  Klaster Kudus di Miri Sragen Berlanjut. Muncul 14 Kasus Baru Positif Covid-19 di Beberapa Desa

Bupati Yuni mengapresiasi kesadaran masyarakat Sragen yang secara konsisten berkomitmen mematuhi aturan PPKM. Termasuk segala bentuk hajatan dan keramaian sangat di jaga ketat oleh satgas desa hingga kecamatan.

Karenanya, jika boleh memilih, ia sangat berharap PPKM cukup sampai di tahap 2 saja. Yuni mengaku sangat berharap tidak ada lagi perpanjangan PPKM ke jilid 3.

“Dampaknya akan semakin besar yang dirasakan masyarakat. Pelaku UMKM hingga pekerja seni. Makanya harapannya jangan sampai ada PPKM jilid 3. Tapi harapannya kepatuhan dan komitmen masyarakat mematuhi prokes juga terus ditingkatkan agar pandemi covid-19 bisa segera mereda,” tandasnya.

Baca Juga :  Sejumlah Warga di 2 Kecamatan di Sukoharjo Terpapar Covid-19. Diduga Sebelumnya Ada Kontak dengan Warga Kudus

Sementara, hingga Senin (1/2/2021), data di Gugus Tugas Covid-19 Sragen mencatat hanya ada tambahan 5 kasus positif selama sehari. Namun ada tambahan 3 2arga meninggal dengan status positif covid-19.

Sehingga total ada 4.406 kasus positif, 3.997 sembuh dan 265 meninggal dunia. Rinciannya 177 meninggal dengan status positif, 85 suspek dan 3 probabel. Wardoyo

Berita ini sudah dimuat di https://joglosemarnews.com/2021/02/beda-dengan-presiden-bupati-sragen-sebut-ppkm-berjalan-efektif-ubah-zona-sragen-dari-merah-ke-oranye-berharap-tak-ada-lagi-ppkm-jilid-3-setuju/