GROBOGAN.NEWS Semarang

Banjir Rendam Kota Semarang, Operasional Layanan Penumpang Stasiun Tawang Dialihkan ke Stasiun Poncol

Gubernur Ganjar Pranowo saat melaksanakan peninjauan di kawasan Stasiun Tawang Kota Semarang. Istimewa

SEMARANG, GROBOGAN.NEWS-Hujan deras mengguyur Semarang sejak Sabtu (6/2/2021). Hal itu berimbas pada Stasiun Tawang yang lumpuh karena tergenang banjir.

Meski berangsur surut pada Minggu (7/2), namun debit air masih menggenangi jalan di sekitar rel stasiun.

Untuk itu pihak stasiun masih menutup operasional layanan untuk publik dan sementara penumpang dialihkan ke Stasiun Poncol.

Mengetahui hal itu saat melakukan peninjauan di Stasiun Tawang Minggu (7/2/2021). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pihak PT KAI untuk mencari penyebab genangan di Stasiun Tawang. Jika diperlukan, maka gambar bangunan dibaca untuk memahami kondisi stasiun.

Baca Juga :  Sah. Saham PSIS Semarang Sebesar 30 Persen Dimiliki Wahyu Agung Grup

“Jadi harus dicari penyebab genangan, kalau memang ada kebocoran drainase, maka harus dibenahi secepatnya. Sebab kondisi curah hujan di Semarang ini cukup ekstrem, dan diperkirakan BMKG kondisi ini bisa seminggu,” jelas Ganjar.

Selain Stasiun Tawang, Ganjar juga melakukan peninjauan ke sejumlah titik banjir di Kota Semarang.  Lokasi yang dikunjungi Ganjar diantaranya rumah pompa Mberok Kota Lama dan drainase di Jalan Ronggolawe.

Baca Juga :  Irjen Pol Ahmad Luthfi Tegaskan 32 Bus dari Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro Telah Disiapkan untuk Evakuasi Warga Kudus yang Terinfeksi Covid-19 ke Asrama Haji Donohudan

Saat di rumah pompa Mberok, Ganjar mengatakan pompa Mberok adalah tumpuan utama untuk menangani banjir di kawasan Kota Lama.

“Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ. Saya minta ketiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot,” sambung Ganjar.

Baca Juga :  B2P2VRP Salatiga Bakal Dijadikan Pusat Tes Genome Sequencing

Ganjar meminta kepada pengelola Pompa Banjir untuk mengoptimalkan pompa yang ada, dengan demikian banjir di wilayah Kota Lama Semarang bisa cepat surut.

Sementara itu, Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah II DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko mengatakan akan menindaklanjuti perintah Ganjar untuk segera mengoptimalkan semua pompa yang ada. Satria