GROBOGAN.NEWS Kudus

Banjir di Kudus Mulai Surut

Ilustrasi Pelaksana Tugas Bupati Kudus HM. Hartopo saat meninjau lokai banjir di Desa Jati Wetan, kemarin. Ist

KUDUS, GROBOGAN.NEWS-Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Kudus mulai surut. Sebelumnya, banjir merendam sebanyak 13 desa di tiga kecamatan hingga satu pekan.

Kendati demikian, aktivitas di posko pengungsian masih berjalan mengingat ketinggian air masih cukup tinggi di sejumlah permukiman.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Budi Waluyo, dalam keterangan resmi yang diterima,  mengatakan, genangan banjir mulai menurun. Arus lalu lintas di beberapa jalan yang tergenang pun mulai kembali normal.

“Arus lalu lintas yang sebelumnya tergenang banjir telah berangsur kembali normal. Debit Sungai Juana juga terpantau menurun. Ada Penambahan tiga pompa air di Jati Wetan oleh BPSDA,” terang Budi.

Sebelumnya, lanjut Budi, banjir yang diakibatkan limpasan sungai telah merendam permukiman warga selama dua pekan terakhir. Tercatat sebanyak 16.489 warga terdampak dari total 5.065 kepala keluarga (KK). Selanjutnya, rumah yang terdampak banjir sebanyak 4.905. Itu jumlah keseluruhan yang ada di Kecamatan Jati, Undaan dan Mejobo.

Baca Juga :  Inilah Kondisi Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Ribuan Warga Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Rinciannya, di Kecamatan Jati ada sebanyak 12.89 rumah yang tergenang meliputi Desa Jati Wetan, Jetis Kapuan, dan Tanjung Karang. Ketinggian air sendiri bervariasi antara 10-80 sentimeter dengan intensitas air menurun sebanyak 15 sentimeter.

Selanjutnya di Kecamatan Mejobo, air setinggi 10-40 sentimeter yang menggenangi 2.618 rumah di Desa Temulus, Kesambi, Kirig, Payaman, Gulang dan Jojo mulai menurun sebesar 10 sentimeter.

Serta di Kecamatan Undaan, sebanyak 3.809 rumah di Desa Ngemplak, Karang Rowo, Wates, dan Undaan Lor terdampak dengan ketinggian air berkisar 10-50 sentimeter. Intensitas air menurun berkisar  10 sentimeter.

Sebelumnya, bantuan bagi korban bencana banjir di Kabupaten Kudus terus mengalir. Kali ini, bantuan datang dari Presiden RI Joko Widodo yang memberikan seribu paket sembako. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Kementerian Sekretariat Negara Ipda Putut Hariadi kepada Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Kudus Hartopo bersama Dandim Letkol Kav Indarto dan Kapolres AKBP Aditya Surya Dharma di Aula Polres Kudus, Jum’at (12/2).

Baca Juga :  Pemkab Kudus Berlakukan Gerakan Tujuh Hari di Rumah Saja

Paket sembako yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg, teh 1 kotak, dan masker tersebut selanjutnya diserahkan ke pihak kecamatan dan kemudian disalurkan ke masyarakat terdampak banjir. Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada warga terdampak banjir di Desa Jati Wetan. Hartopo memaparkan genangan air perlu segera disedot dan disalurkan ke Sungai Wulan yang sudah mulai turun debitnya. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kudus hanya memiliki dua pompa sehingga masih belum maksimal.

Baca Juga :  Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Gubernur Ganjar Terus Beri Perhatian Khusus

“Kami masih memerlukan pompa untuk menyedot genangan air di Jati Wetan, sehingga genangan air dapat disedot,” jelasnya.

Pihaknya juga menyampaikan daerah rawan banjir tersebut perlu dibangun embung/resapan air. Dengan adanya embung, air hujan dapat ditampung dan meminimalisir banjir.

“Salah satu solusi mengatasi banjir di daerah ini adalah membangun resapan air. Kalau ada embung kan airnya ditampung dulu,” ujarnya.

Selain itu, Hartopo menjelaskan Pemkab Kudus selalu berkoordinasi dengan camat dan kepala desa terkait penanganan banjir. Persediaan logistik, obat-obatan dan posko pengungsian selalu terpantau dengan baik. Hal tersebut tak lepas dari komitmennya agar masayarakat yang mengungsi tetap makan teratur dan kesehatannya terjaga.

“Kami selalu siaga untuk menyuplai logistik, obat-obatan dan mempersiapkan posko pengungsian. Semua kebutuhan logistik dan pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Kudus,” paparnya. Nor Ahmad